Kraken Batasi Akun Terkait Dugaan Pencurian Kripto

Kraken mengandeng penegak hukum untuk memulihkan kripto yang diduga dicuri dari sebuah entitas di Eropa.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 November 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Kraken telah membatasi akun-akun terkait dugaan pencurian kripto lebih dari US$ 133 juta atau Rp 2,41 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di 18.150) dari sebuah entitas di Uni Eropa yang tidak disebutkan namanya.

Kraken tengah bekerja sama dengan penegak hukum untuk mendukung upaya pemulihan dana itu. "Insiden ini tidak bermula dari platform Kraken. Kami sedang menyelidiki laporan sebagian aset tersebut kemudian dipindahkan melalui akun-akun di platform kami,” ujar Kraken kepada Cointelegraph, Rabu, (4/11/2026).

Kraken menyatakan telah membatasi akun-akun yang dimaksud dan bekerja sama dengan penegak hukum untuk mendukung upaya pemulihan.

Pernyataan Kraken ini menyusul pengungkapan oleh penyelidik blockchain, ZachXBT, pada Selasa. ZachXBt menemukan penarikan tambahan US$ 27 juta atau Rp 490,15 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.150) dari berbagai bursa terpusat (centralized exchanges), sehingga total dugaan kerugian meningkat dari US$ 106 juta atau Rp 1,92 triliun yang ia laporkan pada Senin. Menurut dia, beberapa penarikan terjadi setelah pengungkapan awal yang ia sampaikan.

Bitquery melaporkan dana yang diduga dicuri tersebut ditarik dari akun-akun di Kraken, Crypto.com, dan OKX. Mereka juga menemukan stablecoin US$ 62,98 juta atau Rp 1,14 triliun telah dikonversi menjadi 27.553 Ether (ETH) dalam kurun waktu sekitar empat jam.

Kraken menyatakan sistem keamanannya tidak mengalami kompromi, tidak ada akun nasabah yang diambil alih, dan tidak ada risiko yang mengancamnasabahnya.

Crypto.com menyampaikan kepada Cointelegraph telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah dana yang terkait dengan insiden ini berpindah melalui platform mereka.

“Kami mengetahui laporan ini dan telah mengambil tindakan yang tepat untuk memblokir dana apa pun yang terkait dengan insiden pihak ketiga ini agar tidak berpindah melalui Crypto.com,” ungkap seorang juru bicara.

“Platform kami tetap beroperasi penuh, dan seluruh dana pengguna aman serta dapat diakses,” ia menambahkan.

 

Belum Ada Pengungkapan Insiden Memadai

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

OKX telah menanggapi permintaan komentar dari Cointelegraph dan menyatakan sedang menelusuri masalah tersebut.

Menurut data Bitquery, per Senin pukul 13.47 UTC, terdapat sekitar US$ 78,3 juta atau Rp 1,42 triliun yang masih tersimpan di dompet-dompet yang terkait dengan pihak yang diduga sebagai pelaku, sementara US$ 30,5 juta atau Rp 553,6 miliar telah dipindahkan keluar dari alamat-alamat yang terlacak tersebut.

Dari jumlah tersebut, hanya tersisa US$ 3,74 juta atau Rp 67,8 miliar dalam bentuk USDC yang berpotensi dibekukan oleh penerbitnya, Circle, sementara Tether telah membekukan dana senilai US$ 1,1 juta atau Rp 19,9 miliar dalam bentuk USDT. Identitas korban belum terverifikasi

"Teori saya adalah sebuah lembaga keuangan besar di Eropa Barat telah dieksploitasi, dan kejadian ini saat ini sedang ditutup-tutupi,” ujar ZachXBT melalui saluran Telegram-nya.

Ia juga menyatakan tidak adanya pengungkapan insiden yang memadai telah memungkinkan pencucian dana senilai lebih dari US$ 30 juta atau Rp 554,6 miliar. Ia mengklaim bahwa jika insiden tersebut diungkap, penegak hukum di Uni Eropa mungkin dapat membekukan dana tersebut. Identitas korban serta dugaan adanya upaya menutup-nutupi kejadian ini belum terverifikasi.

Sebelumnya, ZachXBT mengungkapkan pelaku menukarkan dana tersebut ke dalam bentuk ETH dan Monero (XMR) melalui layanan penukaran instan serta jembatan lintas rantai (cross-chain bridges). Ia menambahkan pola pencucian dana yang digunakan tidak sesuai dengan pola yang biasanya dilakukan oleh Lazarus Group asal Korea Utara.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya