Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau disebut PGN mencatatkan kinerja keuangan positif hingga kuartal III 2026. Emiten yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina ini membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih pada periode yang berakhir 30 September 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/11/2026), PGN membukukan pendapatan sebesar US$ 3,02 miliar atau Rp 54,82 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.150) hingga 30 September 2026.
Advertisement
Pendapatan tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 2,92 miliar atau Rp 53 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba operasi PGN juga meningkat. Perseroan mencatatkan laba operasi sebesar US$ 436,19 juta hingga September 2026, naik dari US$ 383,09 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak penghasilan turut meningkat menjadi US$ 486,81 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laba sebelum pajak pada 30 September 2025 yang tercatat sebesar US$ 431,47 juta.
Kinerja positif tersebut juga tercermin pada laba periode berjalan. PGN membukukan laba sebesar US$ 397,25 juta atau Rp 7,2 trliun hingga akhir September 2026, meningkat dibandingkan US$ 338,61 juta atau Rp 6,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba periode berjalan PGN tumbuh sekitar 17,31% secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Aset PGN Tercatat USD 6,01 Miliar
Dari sisi neraca, PGN mencatatkan total aset sebesar US$ 6,02 miliar per 30 September 2026. Jumlah tersebut turun dibandingkan posisi pada 31 Desember 2025 yang mencapai US$ 6,23 miliar. Total aset lancar PGN tercatat sebesar US$ 2,01 miliar pada akhir September 2026, lebih rendah dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar US$ 2,07 miliar.
Sementara itu, total aset tidak lancar tercatat sebesar US$ 4,00 miliar per 30 September 2026. Angka tersebut turun dari US$ 4,16 miliar pada akhir 2025. Di sisi lain, PGN mencatatkan penurunan total liabilitas. Per 30 September 2026, total liabilitas perseroan tercatat sebesar US$ 2,38 miliar, turun dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang mencapai US$ 2,62 miliar.
PGN Amankan 4 Kontrak Gas Termasuk Masela, Tembus US$ 7,34 Miliar
Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengamankan empat kontrak penting terkait pasokan gas bumi dan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG). Kesepakatan tersebut berpotensi memperkuat portofolio pasokan energi perseroan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam jangka panjang.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/10/2026), PGN melaporkan perolehan empat kontrak penting dengan sejumlah pihak, termasuk kontrak jual beli LNG dari South Hub dan North Hub, LNG dari Lapangan Gas Abadi Masela, serta pasokan gas dari Wilayah Kerja Sakakemang.
Dari empat kontrak tersebut, perjanjian LNG dari Lapangan Gas Abadi Masela memiliki estimasi nilai transaksi terbesar, yakni USD 7,347 miliar. Kontrak ini memiliki perkiraan periode pengiriman mulai 2033 dengan jangka waktu 15 tahun.
Sementara itu, perjanjian LNG North Hub memiliki estimasi nilai transaksi USD 1,55 miliar. Pasokan LNG tersebut direncanakan untuk periode 2029 hingga 31 Desember 2037, dengan opsi perpanjangan sampai 31 Desember 2038.
PGN juga menyepakati potensi penjualan LNG South Hub untuk periode pengiriman 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2032. Namun, dalam keterbukaan informasi tersebut, perseroan tidak mencantumkan estimasi nilai transaksi untuk kontrak South Hub.
Adapun kontrak pasokan gas dari Wilayah Kerja Sakakemang memiliki estimasi nilai transaksi sebesar USD 725,55 juta, dengan periode penyaluran yang diperkirakan berlangsung mulai 1 September 2027 hingga 31 Desember 2037.
Perkuat Pasokan Gas Jangka Panjang
PGN menyampaikan, kesepakatan LNG South Hub dan North Hub berpotensi menambah portofolio pasokan gas jangka panjang perseroan. Pasokan tersebut diharapkan mendukung kegiatan niaga gas yang bersumber dari LNG.
Dalam kontrak South Hub, sejumlah pihak yang bertindak sebagai penjual antara lain PT Pertamina (Persero), Searah Muara Bakau B.V., Eni Muara Bakau II B.V., PT Saka Energi Muara Bakau, serta sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pengembangan wilayah kerja migas terkait.
Sementara itu, untuk kontrak North Hub, pihak penjual mencakup PT Pertamina (Persero), Searah North Ganal Limited, Eni North Ganal B.V., serta sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pengembangan wilayah kerja North Ganal, Rapak, dan Ganal.
Dalam kedua kesepakatan tersebut, PGN bertindak sebagai pembeli bersama PT Pertagas Niaga dan PT Perta Arun Gas. Pasokan LNG direncanakan untuk memenuhi kebutuhan PGN dan/atau afiliasinya.