Road Trip dengan Mobil Listrik? Ini Checklist Persiapannya Agar Perjalananmu Makin Asyik

Road trip dengan mobil listrik perlu persiapan matang. Checklist perawatan kendaraan, pengisian daya, hingga layanan darurat Garda Oto dengan hydraulic flatbed.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 03 November 2026, 16:08 WIB
Seorang pria memasang kabel pengisi daya ke mobil listriknya. (depositphotos.com/BiancoBlue)

Liputan6.com, Jakarta - Libur akhir tahun menjadi momen untuk bepergian bersama keluarga, termasuk menggunakan mobil listrik. Agar perjalanan jarak jauh berjalan lancar, pengemudi perlu memastikan kondisi kendaraan dan merencanakan kebutuhan pengisian daya sebelum berangkat.

Selain itu, persiapan menghadapi kondisi darurat juga penting. Berikut checklist yang bisa diperiksa sebelum memulai road trip dengan mobil listrik.

Checklist Perawatan Mobil Listrik Sebelum Road Trip

1. Periksa baterai dan rencanakan pengisian daya

Pastikan daya baterai cukup untuk memulai perjalanan. Petakan lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang rute, termasuk lokasi alternatif jika terjadi antrean atau perubahan rencana.

Perhatikan pula estimasi jarak tempuh kendaraan. Penggunaan AC, kecepatan, kondisi jalan, beban kendaraan, dan gaya berkendara dapat memengaruhi konsumsi energi. Ikuti rekomendasi pabrikan terkait pengisian dan penggunaan baterai.

2. Periksa kondisi ban

Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan dan periksa tapaknya. Waspadai pula retakan, benjolan, atau benda asing yang menancap.

Jangan menggunakan angka Max Pressure pada dinding ban sebagai patokan tekanan harian. Gunakan informasi pada stiker di pilar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Periksa juga perlengkapan penanganan ban darurat. Jika mobil tidak dilengkapi ban cadangan, pahami prosedur yang dianjurkan pabrikan ketika ban mengalami masalah.

3. Pastikan rem dan kaki-kaki berfungsi baik

Mobil listrik menggunakan pengereman regeneratif untuk membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengembalikan sebagian energi ke baterai. Meski demikian, rem konvensional tetap perlu diperiksa.

Waspadai suara tidak normal, getaran, atau perubahan respons pedal rem. Periksa juga kondisi suspensi dan kaki-kaki kendaraan sesuai jadwal perawatan.

Jika menemukan gejala yang tidak biasa, bawa kendaraan ke bengkel sebelum bepergian.

4. Periksa aki 12 volt

Selain baterai utama, mobil listrik umumnya memiliki aki 12 volt untuk mendukung sistem kelistrikan tertentu. Jika aki ini bermasalah, sejumlah fungsi kendaraan dapat terganggu, bahkan kendaraan bisa sulit diaktifkan.

Periksa kondisi aki sesuai panduan pabrikan. Jika muncul peringatan pada kendaraan atau terdapat gejala gangguan kelistrikan, mintalah bengkel memeriksanya sebelum perjalanan.

5. Periksa sistem dan perangkat lunak kendaraan

Sebelum berangkat, periksa apakah ada peringatan sistem atau pembaruan perangkat lunak yang perlu ditindaklanjuti. Ikuti petunjuk pabrikan dan, jika diperlukan, selesaikan pembaruan sebelum memulai perjalanan.

Pastikan pula navigasi dan informasi lokasi pengisian daya dapat digunakan agar rute lebih mudah direncanakan.

6. Siapkan kabel pengisian daya portabel

Jika kendaraan dilengkapi kabel pengisian daya portabel, pastikan kondisinya baik dan sesuai dengan spesifikasi mobil. Periksa konektor serta adaptor yang direkomendasikan pabrikan.

Gunakan sumber listrik yang memenuhi persyaratan keselamatan. Hindari instalasi atau sambungan listrik yang tidak sesuai standar.

Sudah Melakukan Checklist, Bagaimana Jika Terjadi Kondisi Darurat?

Persiapan kendaraan membantu mengurangi risiko gangguan, tetapi tidak menjamin perjalanan bebas kendala. Ban bisa bocor, gangguan teknis dapat terjadi, atau kecelakaan bisa muncul di luar perkiraan.

Pada mobil listrik, penanganan dan evakuasi perlu mengikuti prosedur pabrikan. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya memahami perlindungan asuransi serta layanan bantuan yang dapat diakses ketika menghadapi situasi darurat.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Garda Oto dari Asuransi Astra. Pembelian polis dapat dilakukan secara digital melalui gardaoto.com

Prosesnya terdiri dari empat tahap: mengisi data pembelian, mengikuti pemeriksaan kendaraan melalui Virtual Survey, menerima informasi status pesanan melalui WhatsApp, dan memperoleh pendaftaran akun myGarda secara otomatis setelah polis diterbitkan.

Pemilik kendaraan tetap perlu memahami manfaat, pengecualian, dan ketentuan polis untuk mengetahui cakupan perlindungan yang dimiliki.

Garda Siaga 24 Jam dengan Hydraulic Flatbed

Saat kendaraan membutuhkan evakuasi, metode pengangkutan perlu disesuaikan dengan jenis dan rekomendasi penanganannya. Garda Oto menyediakan layanan darurat Garda Siaga 24 jam bagi pelanggan, termasuk dukungan berbagai armada berupa mobil gendong, mobil derek, motor, dan truk hydraulic flatbed.

Truk hydraulic flatbed memiliki bak yang dapat diturunkan mendekati permukaan jalan sehingga kendaraan bisa dinaikkan dan diangkut di atas platform. Metode tersebut berbeda dari penarikan yang bertumpu pada roda depan atau belakang dan dapat membantu meminimalkan risiko kerusakan tambahan jika dilakukan sesuai prosedur.

Layanan hydraulic flatbed Garda Siaga tersedia di 31 titik di Indonesia. Meski demikian, proses evakuasi tetap perlu mengikuti petunjuk pabrikan dan mempertimbangkan kondisi kendaraan.

Bagi pelanggan Garda Oto yang membutuhkan bantuan darurat di jalan, terdapat tombol darurat di myGarda yang bisa ditekan untuk memanggil Garda Siaga.

Garda Siaga juga dapat diakses selama 24 jam melalui Garda Akses 1 500 112 atau chat WhatsApp 08950 1 500 112.

Sebelum memulai road trip, pastikan kendaraan siap, rute pengisian daya telah direncanakan, dan informasi bantuan darurat mudah diakses.

Selain itu, temukan pilihan perlindungan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhanmu dan nikmati promo spesial dari Garda Oto melalui tinyurl.com/AsuransiAstraXEmtek2026

Tenang, ada Garda Oto!

#TenangAdaGardaOto #AlwaysGardaOto

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya