Liputan6.com, Washington, DC - Pemilihan umum paruh waktu atau midterm elections Amerika Serikat (AS) 2026 diperkirakan menjadi pemilu termahal sepanjang sejarah. Total biaya kampanye diproyeksikan mencapai hampir US$ 12 miliar atau sekitar Rp 217 triliun, menurut OpenSecrets, organisasi independen yang memantau pendanaan kampanye politik.
Dikutip dari BBC, Selasa (3/11/2026), sebagian besar pengeluaran tersebut berasal dari kelompok politik eksternal yang dikenal sebagai Super Political Action Committees (Super PACs). Kelompok ini menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk mendukung kandidat di sejumlah daerah pemilihan strategis menjelang hari pemungutan suara pada 3 November.
Advertisement
Miliarder sekaligus pengusaha Elon Musk tercatat sebagai penyumbang individu terbesar. Dia telah menggelontorkan hampir US$ 500 juta untuk mendukung kandidat Partai Republik, terutama di Texas, tempat banyak perusahaan miliknya beroperasi.
BBC Verify menelusuri besarnya dana kampanye tersebut, siapa saja penyumbang terbesarnya, serta bagaimana uang itu digunakan.
Pengeluaran Kampanye Tembus US$ 9,5 Miliar
Dalam sistem pemilu AS, terdapat aturan mengenai batas sumbangan langsung yang dapat diberikan individu, partai politik, dan komite aksi politik atau Political Action Committees (PACs) kepada kandidat.
Namun, aturan berbeda berlaku bagi Super PACs. Organisasi ini dapat menerima sumbangan tanpa batas dari individu, perusahaan, serikat pekerja, maupun komite politik lainnya.
Meski tidak diperbolehkan menyalurkan dana tersebut secara langsung kepada kandidat, Super PACs dapat menggunakannya untuk memberikan dukungan tidak langsung melalui berbagai kegiatan kampanye.
Berdasarkan laporan terbaru Komisi Pemilihan Federal AS atau Federal Election Commission (FEC) hingga pertengahan Oktober, total pengeluaran dalam siklus pemilu paruh waktu kali ini telah melampaui US$ 9,5 miliar.
PACs dan Super PACs menyumbang lebih dari separuh jumlah tersebut, yakni sekitar US$ 5,5 miliar. Pengeluaran kedua kelompok ini bahkan hampir meningkat dua kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.
Kandidat, partai politik, dan kelompok eksternal diwajibkan melaporkan pengeluaran mereka kepada FEC. Namun, angka keseluruhan baru akan tersedia setelah pemilu paruh waktu selesai.
Meski demikian, OpenSecrets memperkirakan total pengeluaran kampanye akan mencapai US$ 11,9 miliar berdasarkan tren pada siklus pemilu sebelumnya.
Angka tersebut sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan pengeluaran pada pemilu paruh waktu 2022.
Elon Musk Jadi Donatur Terbesar, Sumbang Hampir US$ 500 Juta
Besarnya biaya kampanye juga tercermin dari kontribusi para donatur kaya di AS.
Menurut lembaga pemikir Brennan Center for Justice yang berhaluan liberal, 40 donatur terbesar telah menyumbangkan US$ 2,4 miliar hingga 14 Oktober. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi untuk periode yang sama dalam siklus pemilu paruh waktu.
"Pengeluaran dalam pemilu paruh waktu 2026 memecahkan berbagai rekor, dengan semakin banyak uang yang berasal dari para donatur terkaya dan kelompok-kelompok besar dalam pemilu kali ini," kata pakar pendanaan kampanye AS, Michael Beckel.
Selain individu, organisasi juga dapat memberikan sumbangan kepada PACs.
Sebagai contoh, Geosor Corp dan Fund for Policy Reform, dua organisasi yang didirikan miliarder George Soros, secara gabungan telah menyumbangkan US$ 102 juta kepada kelompok-kelompok liberal.
Selain Soros, mantan Wali Kota New York sekaligus pengusaha Michael Bloomberg menjadi salah satu donatur terbesar Partai Demokrat dengan sumbangan lebih dari US$ 60 juta.
Sementara itu, sejumlah miliarder lain juga menggelontorkan dana besar untuk mendukung Partai Republik. Mereka antara lain Jeff Yass, pengelola salah satu perusahaan perdagangan terbesar di dunia, serta Richard dan Elizabeth Uihlein, pemilik perusahaan pemasok kebutuhan bisnis di AS.
Berdasarkan laporan FEC, keduanya telah menyumbangkan lebih dari US$ 100 juta untuk kepentingan politik Partai Republik dalam kampanye kali ini.
Namun, Musk menjadi donatur individu yang kontribusinya jauh melampaui para penyumbang lainnya. Hingga Oktober, dia telah menggelontorkan hampir US$ 500 juta.
Sebagian besar dana tersebut disalurkan melalui Super PAC miliknya yang didirikan pada 2024, yakni America PAC, serta Senate Leadership Fund yang berafiliasi dengan Partai Republik.
Sebagian besar uang Musk digunakan untuk mendukung pemilihan Senat di Texas, dengan mengusung kandidat Partai Republik Ken Paxton yang bersaing melawan kandidat Partai Demokrat James Talarico.
America PAC menginvestasikan lebih dari US$ 45 juta dalam persaingan kursi Senat Texas. Kelompok tersebut juga menggelontorkan sekitar US$ 10 juta untuk masing-masing pemilihan Senat di Michigan dan Ohio.
Industri kripto juga menjadi salah satu kelompok yang aktif menggelontorkan dana dalam pemilu kali ini.
"Perusahaan-perusahaan kripto juga sangat aktif dalam siklus pemilu kali ini, dengan Ripple dan Coinbase secara gabungan menyumbangkan US$ 63 juta untuk mendanai Super PACs yang mempromosikan kepentingan industri kripto," kata Brendan J Glavin dari OpenSecrets.
Sebagian Besar Dana Kampanye Digunakan untuk Iklan
Dana kampanye politik digunakan untuk berbagai kegiatan guna menjangkau pemilih. Pengeluaran tersebut mencakup perekrutan staf untuk menjangkau masyarakat secara langsung, penyelenggaraan acara kampanye seperti rapat umum, hingga pelaksanaan survei internal.
Namun, sebagian besar dana kampanye dialokasikan untuk iklan, terutama melalui televisi.
Berdasarkan data perusahaan pelacak iklan AdImpact, total pengeluaran untuk iklan hingga akhir Oktober mencapai US$ 11,15 miliar.
"Televisi siaran tradisional masih menjadi penerima terbesar belanja iklan, meskipun pengeluaran untuk iklan digital terus meningkat," kata Beckel.
Sejalan dengan besarnya dana yang digelontorkan Musk, AdImpact mencatat sebagian besar belanja iklan terkonsentrasi pada persaingan kursi Senat di Michigan, Texas, dan Ohio.
Setelah ketiga negara bagian tersebut, Iowa dan Maine menjadi wilayah berikutnya dengan pengeluaran iklan kampanye terbesar.