Forland Ramaikan Pasar Kendaraan Niaga Listrik Indonesia

Merek kendaraan komersial global, Forland, resmi memasuki pasar otomotif Tanah Air melalui PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS),

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 03 November 2026, 13:38 WIB
Deretan kendaraan komersial 100% listrik FORLAND yang dipamerkan, mencakup platform ET5, EL5e Dump Truck, hingga Arm Roll untuk solusi logistik nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Pasar kendaraan niaga listrik di Indonesia kedatangan pemain baru. Merek kendaraan komersial global, Forland, resmi memasuki pasar otomotif Tanah Air melalui PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS), perusahaan yang merupakan bagian dari MAS Group.

Kehadiran Forland di Indonesia ditujukan untuk mendukung percepatan dekarbonisasi sektor transportasi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional armada bisnis dan logistik.

Langkah ekspansi ini dilakukan dengan melihat potensi industri logistik nasional yang memiliki nilai pasar hingga Rp 5.800 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 10–12 persen setiap tahun.

Di sisi lain, penetrasi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di segmen penumpang Indonesia diklaim telah menembus 20 persen. Namun, adopsi kendaraan niaga listrik (Commercial EV) masih berada di bawah 1 persen.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi Forland untuk mengembangkan pasar kendaraan komersial berbasis energi bersih di Indonesia.

"Jika kendaraan listrik penumpang sudah mencapai 20 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal," ujar Jin Hong Lin (Darwin), Presiden Direktur PT TUS di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Peluncuran resmi Forland di Indonesia turut dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, CEO Forland, serta sejumlah pejabat dan perwakilan perusahaan terkait.

Mengusung reputasi global sebagai "The Unseen Giant", Forland mengklaim telah mencatatkan kapasitas produksi kumulatif hingga 7 juta unit dan memasarkan produknya di lebih dari 50 negara.

Untuk pasar Indonesia, merek ini mengusung pendekatan application-driven, yakni menghadirkan kendaraan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik operasional pelanggan.

Terdapat tiga kategori utama kendaraan listrik yang diperkenalkan Forland di Indonesia.

Pertama, platform ET5 yang menawarkan beragam pilihan konfigurasi, mulai dari Pick Up, Box, Box Aluminium, hingga solusi rantai dingin (Cold Chain Solutions).

Platform ini juga disiapkan untuk kebutuhan angkutan kota, sehingga dapat menjangkau berbagai sektor usaha dan transportasi komersial.

Kedua, platform EL5e yang menyasar kebutuhan operasional kelas menengah hingga sektor konstruksi perkotaan. Model yang ditawarkan mencakup Electric Dump Truck dan Arm Roll Truck.

Kehadiran kendaraan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas pengangkutan material maupun pengelolaan limbah dengan menggunakan tenaga listrik.

Ketiga, kategori van yang terdiri dari Blind Van U7 dan U9. Kedua model ini dirancang untuk mendukung aktivitas logistik perkotaan, termasuk kebutuhan pengiriman barang harian atau last-mile delivery.

Dengan variasi produk tersebut, Forland berupaya menyediakan solusi kendaraan listrik untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari distribusi barang, transportasi penumpang, hingga sektor konstruksi.

Suasana meriah saat prosesi peluncuran resmi merek kendaraan niaga listrik global FORLAND di Indonesia oleh PT Tangguh Utama Sejahtera (MAS Group).
Kendaraan blind van listrik FORLAND U9 dengan kapasitas kargo luas dan teknologi pengisian daya cepat, siap diandalkan untuk operasional logistik perkotaan.

Siapkan Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi

Unit pikap listrik FORLAND ET5 berdesain modern yang dirancang presisi untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis dan pengiriman logistik harian (last-mile delivery).

CEO Forland International, Dong YongSheng, menyampaikan optimismenya terhadap potensi pasar kendaraan niaga listrik di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan menjadi salah satu pasar paling dinamis di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara. Kolaborasi strategis dengan TUS adalah langkah nyata untuk mendukung transformasi mobilitas listrik komersial yang efisien dan berkelanjutan," ungkap Dong YongSheng.

Selain menghadirkan kendaraan, Forland bersama TUS juga menaruh perhatian terhadap layanan purnajual dan ketersediaan suku cadang.

Kedua aspek tersebut menjadi pertimbangan penting bagi pengelola armada komersial atau fleet operators, mengingat kendaraan niaga memiliki intensitas penggunaan tinggi dan berhubungan langsung dengan kelancaran operasional bisnis.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, TUS memanfaatkan pengalaman lebih dari 25 tahun MAS Group di industri otomotif nasional.

Tidak hanya itu, perusahaan juga menyiapkan ekosistem energi terintegrasi melalui sejumlah kemitraan strategis.

Untuk infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, TUS menggandeng StarCharge. Sementara itu, teknologi penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS) didukung melalui kerja sama dengan CRRC.

Pengembangan energi surya (solar energy) juga menjadi bagian dari strategi untuk membangun ekosistem mobilitas listrik yang lebih berkelanjutan.

"Melalui jaringan MAS Group, kami memastikan bahwa ketika pelanggan memilih Forland, mereka mendapatkan ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi, andal, dan berkelanjutan," pungkas Jin Hong Lin.

Melalui strategi tersebut, Forland tidak hanya membidik penjualan kendaraan niaga listrik, tetapi juga ingin membangun fondasi ekosistem kendaraan komersial berbasis energi bersih di Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya