Indonesia Buka Pintu Impor BBM Pertalite dari China dan India

Impor BBM Pertalita dari China dan India akan menjadi alternatif di luar negara-negara yang selama ini menjadi pemasok BBM ke Indonesia

oleh NurmayantiDiterbitkan 02 November 2026, 18:00 WIB
SPBU Pertamina. PT Pertamina Patra Niaga akan mengimpor BBM Pertalite dari China dan India. (Dok Pertamina)

 

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia memperluas sumber impor bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan menjajaki pasokan dari China dan India. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendiversifikasi sumber pasokan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman membenarkan bahwa PT Pertamina Patra Niaga akan mengimpor Pertalite dari kedua negara tersebut.

Pasokan dari China dan India akan menjadi alternatif di luar negara-negara yang selama ini menjadi pemasok BBM Indonesia.

"Iya, kan sebelumnya diimpor juga dari negara yang satu itu kan (Singapura), nah ini kita cari diversifikasi dari negara lain," kata dia dilansir dari Antara, Senin (2/11/2026).

Langkah diversifikasi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu negara pemasok.

Kementerian ESDM menyatakan komunikasi dengan calon negara pemasok telah dilakukan. Sementara pemerintah menyiapkan tahapan implementasi agar kebijakan diversifikasi impor dapat berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan. "Iya sudah ada komunikasi terkait dengan itu," ujarnya.

Saat ini pemerintah masih menyempurnakan peraturan menteri sebagai aturan pelaksana setelah terbitnya peraturan presiden, termasuk mengatur mekanisme, tahapan, serta tata kelola pelaksanaan impor oleh Pertamina Patra Niaga.

"Sedang kita sempurnakan permennya, ini masih membutuhkan tahapan-tahapan untuk bisa berjalan," bebernya.

Selama proses penyusunan regulasi berlangsung, kegiatan impor yang berjalan saat ini tetap dilaksanakan sebagaimana mekanisme yang berlaku sambil menunggu kesiapan implementasi kebijakan diversifikasi pasokan tersebut.

"Sekarang masih berjalan. Sekarang kita sedang siapkan tahapan-tahapan menuju ke implementasi. Jadi setelah perpres kan harus ada permen untuk merinci secara detail tahapannya seperti apa, mekanismenya seperti apa," jelasnya.

Kementerian ESDM menegaskan diversifikasi impor Pertalite diharapkan memperkuat ketahanan pasokan energi nasional melalui sumber pengadaan yang lebih beragam sehingga mampu meningkatkan keandalan distribusi bahan bakar masyarakat.

Daftar Harga BBM Pertamina 1 November 2026

Sejumlah kendaraan mengantri di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina masih stabil pada 1 November 2026. Pertamina biasanya menampilkan perubahan harga BBM setiap awal bulan.

Akan tetapi,berdasarkan data harga BBM Pertamina di website Pertamina Patra Niaga masih menunjukkan harga pada awal September 2026.

Di Jakarta, Pertalite yang merupakan BBM penugasan pemerintah dijual Rp 10.000 per liter. Sedangkan Biosolar sebagai BBM bersubsidi ditetapkan Rp 6.800 per liter.

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi masih mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi masyarakat dan perkembangan harga minyak dunia. Namun, melihat di website Pertamina Patra Niaga belum ada perubahan pada 1 November 2026 dan masih menunjukkan harga pada September 2026.

Berikut harga BBM nonsubsidi Pertamina di Jakarta:

  • Pertamax: Rp 15.950 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 19.600 per liter
  • Pertamax Green 95: Rp 19.150 per liter
  • Dexlite: Rp 23.700 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 25.200 per liter

Harga BBM Pertamina di sejumlah daerah dapat berbeda karena adanya perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Berikut daftar harga BBM Pertamina berdasarkan kelompok wilayah:

Aceh:

  • Pertamax: Rp 16.200 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp 20.000 per liter
  • Pertamax Green 95: -
  • Dexlite: Rp 24.200 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 25.750 per liter

Free Trade Zone (FTZ) Sabang

  • Pertamax: Rp 14.950 per liter
  • Pertamax Turbo: -
  • Pertamax Green 95: -
  • Dexlite: Rp 22.150 per liter
  • Pertamina Dex: -
  • Biosolar: Rp 6.800

Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua

  • Pertamax Turbo: Rp 20.000
  • Pertamax: Rp 16.300
  • Pertamax Pertashop: Rp 16.200
  • Pertalite: Rp 10.000
  • Pertamina Dex: Rp 25.750
  • Dexlite: Rp 24.200
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800

 

Harga BBM Wilayah Lain

Pertamina Patra Niaga bersama Forkopimda Sulut bersinergi atasi antrean BBM di SPBU lewat penambahan pasokan Pertalite. (Dok Pertamina)

Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara

  • Pertamax Turbo: Rp 20.450
  • Pertamax: Rp 16.300
  • Pertamax Pertashop: Rp 16.550
  • Pertalite: Rp 10.000
  • Pertamina Dex: Rp 26.300
  • Dexlite: Rp 24.750
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800

 

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur

  • Pertamax Turbo: Rp 19.600
  • Pertamax Green 95: Rp 19.150
  • Pertamax: Rp 15.950
  • Pertamax Pertashop: Rp 15.850
  • Pertalite: Rp 10.000
  • Pertamina Dex: Rp 25.200
  • Dexlite: Rp 23.700
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800

Pertamax Green 95 hanya tersedia di enam wilayah tersebut dengan harga Rp 19.150 per liter.

Bali, Nusa Tenggara Barat

  • Pertamax Turbo: Rp 19.600
  • Pertamax: Rp 15.950
  • Pertamax Pertashop: Rp 15.850
  • Pertalite: Rp 10.000
  • Pertamina Dex: Rp 25.200
  • Dexlite: Rp 23.700
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800

Nusa Tenggara Timur

  • Pertamax Turbo: Rp 19.600
  • Pertamax: Rp 15.950
  • Pertamax Pertashop: Rp 15.850
  • Pertalite: Rp 10.000
  • Pertamina Dex: Rp 25.200
  • Dexlite: Rp 23.700
  • Biosolar Non Subsidi: Rp 23.600
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800

FTZ Batam

  • Pertamax Turbo: Rp 18.550
  • Pertamax: Rp 15.150
  • Pertamax Pertashop: Rp 15.050
  • Pertalite: Rp 10.000
  • Pertamina Dex: Rp 23.950
  • Dexlite: Rp 22.500
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800

Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah

  • Pertamax: Rp 16.300
  • Pertamax Pertashop: Rp 16.200
  • Pertalite: Rp 10.000
  • Dexlite: Rp 24.200
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800

Pertamax Turbo dan Pertamina Dex tidak tercatat tersedia di seluruh wilayah dalam kelompok ini.

Papua Barat, Papua Barat Daya

  • Pertamax: Rp 16.300
  • Pertamax Pertashop: Rp 16.200
  • Pertalite: Rp 10.000
  • Pertamina Dex: Rp 25.750
  • Dexlite: Rp 24.200
  • Biosolar Subsidi: Rp 6.800.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya