Lebih Murah dari Litium, Baterai Ini Dapat Keistimewaan di China

Pemerintah Tiongkok memberikan insentif berupa pembebasan pajak bagi baterai natrium-ion (sodium-ion) guna mendorong pengembangan kendaraan listrik

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 02 November 2026, 17:09 WIB
Ilustrasi truk komersial berat berwarna putih yang sedang diuji di jalan bersalju seiring dorongan adopsi teknologi baterai natrium-ion di Cina. (CarNewsChina)

Liputan6.com, Jakarta - China kembali mengambil langkah strategis untuk mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi. Kali ini, pemerintah negara tersebut memberikan insentif berupa pembebasan pajak bagi baterai natrium-ion (sodium-ion) guna mendorong pengembangan kendaraan listrik, khususnya untuk kebutuhan komersial.

Dikutip dari CarNewsChina, Senin (2/11/2026), kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya China dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik komersial dengan target kapasitas mencapai 10 GWh.

Insentif fiskal ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi baterai alternatif sekaligus memperkuat rantai pasok industri kendaraan niaga ramah lingkungan.

Baterai natrium-ion diproyeksikan menjadi salah satu teknologi penting untuk memenuhi kebutuhan elektrifikasi armada komersial. Teknologi ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan baterai berbasis litium, terutama dari sisi ketersediaan bahan baku dan biaya produksi.

Natrium merupakan material yang relatif lebih melimpah dibandingkan litium. Kondisi tersebut membuka peluang untuk menekan biaya produksi baterai sekaligus mengurangi ketergantungan industri terhadap pasokan bahan baku litium.

Selain itu, baterai natrium-ion juga dikenal memiliki kemampuan beroperasi lebih baik dalam menghadapi perubahan suhu ekstrem. Karakteristik ini menjadikannya menarik untuk diaplikasikan pada kendaraan komersial yang membutuhkan operasional secara intensif.

Pembebasan pajak tersebut juga ditujukan untuk mendorong produsen otomotif dan perusahaan komponen di China meningkatkan investasi dalam riset serta pengembangan baterai natrium-ion.

Melalui dukungan fiskal ini, pemerintah berharap proses hilirisasi teknologi dapat berlangsung lebih cepat, mulai dari pengembangan komponen hingga produksi baterai dalam skala massal.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik komersial, termasuk armada logistik dan transportasi publik.

Segmen kendaraan niaga menjadi salah satu sektor yang potensial untuk mengadopsi teknologi baterai alternatif. Pasalnya, kebutuhan operasional kendaraan komersial menuntut efisiensi biaya, daya tahan, serta kemampuan pengisian energi yang sesuai dengan intensitas penggunaan.

Di sisi lain, kemampuan pengisian daya yang relatif cepat menjadi salah satu aspek yang membuat baterai natrium-ion menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.

 

Perkuat Dominasi China di Industri Kendaraan Listrik

Kebijakan pembebasan pajak baterai natrium-ion sekaligus memperlihatkan upaya China dalam memperluas pengembangan teknologi energi baru.

Selama ini, negara tersebut menjadi salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik global, termasuk pengembangan teknologi baterai dan rantai pasok komponen pendukungnya.

Dengan mendorong penggunaan baterai natrium-ion, China tidak hanya berupaya memperluas pilihan teknologi penyimpanan energi, tetapi juga membangun alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap baterai berbasis litium.

Target pengembangan kendaraan listrik komersial hingga 10 GWh diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap produksi massal, memperluas penerapan kendaraan niaga listrik, serta mempercepat transformasi transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Ke depan, perkembangan teknologi baterai natrium-ion berpotensi menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan industri kendaraan listrik dunia, terutama dalam menghadirkan solusi elektrifikasi yang lebih ekonomis untuk kebutuhan transportasi komersial.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya