Dihina Trump, Norwegia Balas dengan Promosi Toilet Berpemandangan Indah

Norwegia bahkan memelesetkan slogan politik terkenal Trump untuk kampanye pariwisata.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 02 November 2026, 16:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan saat berjalan di halaman selatan Gedung Putih setibanya di Washington, Kamis (8/10/2026). (Dok. AP Photo/Jose Luis Magana)

Liputan6.com, Oslo - Norwegia punya cara jenaka untuk menanggapi hinaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap negaranya. Setelah Trump melontarkan komentar kasar, badan pariwisata Norwegia justru memanfaatkan ucapannya untuk mempromosikan toilet-toilet umum dengan pemandangan alam yang menakjubkan.

Melalui kampanye tersebut, Visit Norway memperkenalkan sejumlah toilet yang disebut sebagai salah satu yang terindah dan paling spektakuler di dunia.

Langkah itu merupakan respons terhadap pernyataan Trump dalam kampanye politik di Port Huron, Michigan, pada Minggu (1/11/2026), menjelang pemilu paruh waktu AS.

"Norwegia sebenarnya telah menjadi negara yang sangat buruk," kata Trump kepada para pendukungnya seperti dilaporkan The Associated Press (AP).

Dalam pernyataan aslinya, Trump menggunakan istilah shithouse country, ungkapan kasar dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan negara yang dianggap sangat buruk.

Komentar tersebut menambah panjang perselisihan Trump dengan Norwegia, terutama terkait Nobel Perdamaian yang pemenangnya ditentukan oleh Komite Nobel Norwegia.

Trump selama ini secara terbuka menyampaikan keinginannya meraih penghargaan tersebut, meskipun ia meragukan kemungkinan komite itu akan memilihnya sebagai penerima.

Kritiknya kembali meningkat setelah Nobel Perdamaian dianugerahkan kepada pakar hukum internasional Navi Pillay pada Oktober 2026.

Sikap Trump terhadap Norwegia sebenarnya pernah sangat berbeda. Pada 2018, ketika menyebut Haiti dan sejumlah negara Afrika sebagai shithole countries, ia justru mengatakan lebih menginginkan imigran dari negara seperti Norwegia.

Pernyataan yang menggunakan istilah kasar tersebut memicu kecaman luas dari berbagai penjuru dunia.

Menanggapi hinaan terbaru Trump, Visit Norway meluncurkan kampanye pariwisata bertajuk Norway Makes Shithouses Great Again, yang secara bebas dapat diartikan sebagai "Norwegia Membuat Toilet Jadi Hebat Lagi".

Judul tersebut merupakan plesetan dari slogan politik Trump, Make America Great Again atau "Jadikan Amerika Hebat Lagi". Kampanye itu kemudian menjadi viral pada pekan tersebut.

"Jadi, kami mendengar sedikit keributan soal 'negara s...house'," tulis badan pariwisata milik pemerintah Norwegia itu di media sosial.

"Apa yang bisa kami katakan? Kami memang memiliki sejumlah toilet paling indah dan spektakuler di dunia."

 

Keunikan Toilet Norwegia

Pemandangan dari dalam toilet umum yang menghadap ke fjord di gardu pandang Stegastein, Aurland, Norwegia, pada 27 September 2026. (Dok. AP Photo/Stefanie Dazio)

Sejumlah toilet umum yang dipromosikan Visit Norway memiliki desain arsitektur menarik, bahkan beberapa di antaranya telah meraih penghargaan internasional.

Lokasinya memungkinkan wisatawan menikmati panorama fjord, yakni teluk sempit yang diapit tebing-tebing curam, pegunungan, hingga aurora atau cahaya berwarna-warni yang muncul di langit utara.

Salah satu contohnya adalah toilet umum gratis di gardu pandang Stegastein, yang berada di tepi tebing dan menghadap langsung ke Aurlandsfjord.

Toilet tersebut dilengkapi jendela besar yang memungkinkan penggunanya menikmati pemandangan di luar tanpa dapat terlihat oleh orang lain dari luar bangunan.

Pada 2015, situs desain DesignCurial menempatkan Stegastein di peringkat pertama dalam daftar 10 toilet umum terbaik di dunia.

Selain Stegastein, daftar Visit Norway mencakup Gulldassen atau Toilet Emas di Pulau Senja. Toilet berbentuk segitiga yang dibangun pada 2014 itu telah menjadi tempat pemberhentian populer bagi wisatawan.

Meski baru menjadi viral setelah komentar Trump, materi promosi mengenai toilet-toilet tersebut sebenarnya telah dibuat beberapa tahun sebelumnya.

Evgenia Egorova, kepala tim media sosial Visit Norway, mengatakan kepada AP bahwa timnya menyiapkan materi serupa untuk memperingati Hari Toilet Sedunia yang jatuh setiap 19 November.

Karena itu, mereka senang dapat memanfaatkannya kembali untuk menanggapi pernyataan Trump. Menurut Egorova, respons masyarakat terhadap kampanye tersebut sangat positif.

"Ketika hidup memberi Anda lemon atau komentar seperti ini, buat saja limun darinya, sekaligus konten viral," ujar Egorova sambil tertawa pada Jumat (30/10).

Ungkapan tersebut menggambarkan cara timnya mengubah komentar negatif menjadi peluang untuk menghasilkan kampanye yang menarik perhatian publik.

Sementara Norwegia memanfaatkan toilet sebagai daya tarik wisata sekaligus bahan sindiran, Trump sebelumnya beberapa kali menjadi sasaran kritik politik yang melibatkan toilet emas.

Pada awal 2026, sebuah kelompok seniman penentang Trump memasang toilet emas di National Mall, Washington, DC, sebagai bentuk protes terhadap renovasi Gedung Putih yang dilakukannya.

Kisah lain terjadi pada masa jabatan pertama Trump sebagai presiden AS, ketika Gedung Putih mengajukan permintaan untuk meminjam sebuah lukisan karya Vincent van Gogh dari museum di New York guna dipajang di ruang pribadi keluarga presiden.

Namun, kepala kurator Museum Guggenheim justru menawarkan toilet yang terbuat dari emas murni 18 karat untuk dipinjam keluarga Trump.

Toilet berjudul America itu merupakan karya seniman konseptual asal Italia, Maurizio Cattelan, yang dibuat sebagai sindiran terhadap kekayaan dan kemewahan berlebihan. Meski merupakan karya seni, toilet tersebut benar-benar dapat digunakan.

Karya itu kemudian dipamerkan di Blenheim Palace, Inggris, sebuah bangunan megah bersejarah yang merupakan tempat kelahiran Winston Churchill, pemimpin Inggris pada masa Perang Dunia II.

Namun, pada 2019, toilet emas tersebut dicuri dalam aksi yang oleh jaksa digambarkan sebagai pencurian yang sangat berani.

Dua pelaku pencurian itu dinyatakan bersalah pada 2025, tetapi toilet emas yang dicuri tidak pernah ditemukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya