Bawa Mobil Damkar Asli dan Bus Interaktif, GJLS: Berapi-Api Resmi Hadirkan Komedi Penuh Empati

GJLS: Berapi-Api resmi diperkenalkan lewat konferensi pers dan gala premiere di Epicentrum XXI dengan instalasi damkar interaktif.

oleh Guntur MerdekawanDiterbitkan 31 Oktober 2026, 18:53 WIB
GJLS berawal dari podcast, kini sudah punya dua film layar lebar (instagram.com/gjlsentertainment)

Liputan6.com, Jakarta - Ada yang berbeda dari peluncuran film GJLS: Berapi-Api di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Menjelang penayangan di bioskop, rumah produksi Amadeus Sinemagna menghadirkan konferensi pers sekaligus gala premiere dengan konsep yang cukup unik, yakni memboyong armada mobil pemadam kebakaran (damkar) sungguhan dan Bus Wahana Damkar GJLS.

Kehadiran instalasi tersebut langsung menarik perhatian pengunjung dan rekan media. Mereka tidak hanya bisa melihat mobil damkar dari dekat, tetapi juga mencoba pengalaman interaktif di dalam bus yang dirancang menyerupai aktivitas petugas pemadam kebakaran.

Melalui pendekatan komedi aksi keluarga, GJLS: Berapi-Api mengajak penonton menikmati humor khas trio GJLS sekaligus mengenal sisi lain profesi pemadam kebakaran. Di balik kelucuan para karakternya, film ini membawa pesan tentang pengabdian, persahabatan, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama.

 


Bus Interaktif dan Mobil Damkar Jadi Daya Tarik Gala Premiere

GJLS: BERAPI-API tayang 5 November 2026 (GJLS Entertainment)

Area pelataran Epicentrum XXI disulap menjadi ruang pengalaman bertema pemadam kebakaran. Pengunjung dapat memasuki Bus Wahana Damkar GJLS, mencoba atribut keselamatan seperti helm, menjajal perlengkapan pemadaman, hingga berfoto di depan mobil damkar berukuran besar.

Aktivasi ini bukan sekadar dekorasi untuk memeriahkan acara. Kehadirannya juga menjadi cara untuk memperkenalkan pesan utama film, yaitu penghormatan terhadap dedikasi para petugas pemadam kebakaran yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Nilai tersebut tercermin melalui konsep BerAKHLAK, yang mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini menjadi bagian penting dari cerita yang dikemas melalui petualangan komedi dan konflik kemanusiaan.

Executive Producer sekaligus CEO Amadeus Sinemagna, Indra Yudhistira, mengatakan bahwa film ini hadir dengan skala produksi lebih ambisius dan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“GJLS: Berapi-Api hadir dengan skala produksi yang jauh lebih ambisius dan cerita yang lebih dekat secara emosional dengan masyarakat. Kami ingin film ini menjadi tontonan wajib di bioskop yang tak hanya mengocok perut, tetapi juga memberikan pesan positif dan kehangatan yang dapat dinikmati bersama keluarga tercinta,” ungkap Indra.

Sementara itu, sutradara Monty Tiwa mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam menggarap film ini adalah mempertahankan karakter humor trio GJLS tanpa sekadar mengulang formula sebelumnya.

Lanjut Baca:

“Tantangan terbesar mengarahkan trio GJLS adalah menjaga keaslian humor mereka tanpa terjebak repetisi formula lama. Di film ini, komedi mereka kami bawa ke ranah yang punya aksi nyata, empati, dan konflik yang menyentuh. Penonton diajak tertawa lepas sekaligus istirahat sejenak dari keresahan duniawi,” tutur Monty.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya