Liputan6.com, Jakarta - Pemadam kebakaran kini menjadi andalan masyarakat. Bukan sekadar memadamkan api, petugas juga kerap turun tangan membantu warga menghadapi beragam kesulitan. Salah satunya, menolong seorang anak yang uangnya tersangkut di lubang setang sepeda.
Ada pemandangan tak biasa pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Tiga bocah yang bersepeda bersama mendatangi Kantor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sektor 1 Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Advertisement
Salah satu petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sektor 1 Kecamatan Matraman, Hanafi, mengatakan ketiga anak tersebut datang langsung menemui petugas untuk meminta bantuan.
"Ada 3 anak yang datang ke kantor membawa sepeda, lalu langsung ditanya ada apa, kenapa dengan sepedanya, apa yang bisa dibantu, ternyata itu sepeda pinjaman," cerita Hanafi kepada Liputan6.com, Sabtu (31/10/2026).
Rupanya, uang pecahan Rp 10 ribu milik salah satu anak tersangkut di dalam lubang setang sepeda. Kebingungan mencari cara mengeluarkannya, anak itu pun memutuskan meminta bantua petugas pemadam kebakaran.
"Dan masalah utamanya bukan pada sepedanya, tapi ada uang yang terjebak di dalam lubang setang setir pada sepeda," kata Hanafi.
Dia kemudian menceritakan percakapan antara petugas dan anak tersebut saat meminta pertolongan.
"Pak mau minta tolong, pak," kata si anak.
"Minta tolong apa, kenapa sepedanya?," jawab petugas.
"Duit saya pak," ucap si anak.
"Duitnya kenapa?," kata petugas.
"Engga pak, masuk pak kesini duitnya, minta tolong ambilin, bisa enggak pak," jawab si anak.
"Lah kenapa bisa masuk?, diapain emang duitnya," kata petugas.
"Iseng enggak sengaja pak malah masuk beneran," jawab si anak.
Putar Otak untuk Menolong
Hanafi bersama petugas lainnya segera berupaya mengeluarkan uang yang tersangkut. Mereka terlebih dahulu mencari tahu posisi uang tersebut di dalam setang sepeda dengan menggunakan kamera khusus.
"Kita coba seize up dulu, dibagian mana pastinya uangnya tersangkut dengan menggunakan kamera khusus agar visualisasi keaadan dalam stangnya, ternyata ada di bagian paling bawah ada uangnya," tutur dia.
Setelah mengetahui posisi uang, para petugas mulai memikirkan cara untuk mengambilnya tanpa merusak sepeda.
"Kita putar otak bagaimana dan menggunakan apa, supaya uang senilai Rp 10 ribu itu bisa kita keluarkan, dengan bantuan blower angin dan kabel sling khusus, disambi itu kita ajak bicara ketiga anak tersebut untuk comforting anak-anaknya," kata Hanafi.
Uang Rp10 Ribu Berhasil Dikeluarkan
Selama proses penyelamatan uang berlangsung, ketiga anak itu tampak memperhatikan setiap gerakan petugas. Menurut Hanafi, salah satu dari mereka bahkan terus mendekati dan mengitari sepeda untuk melihat prosesnya.
"Bocahnya muterin sepedanyaa diliat-liatin, satu orang aja yang terus ngedeket sama sepedanya, karena kayaknya uang dia, soalnya temen-temen saya juga ngerubung gitu, karena kasus jarang juga, sekalian penasaran ala laki-laki yang pengen tau berjalannya semua hal," cerita Hanafi.
Upaya petugas akhirnya membuahkan hasil. Uang Rp10 ribu itu berhasil dikeluarkan dari dalam stang sepeda. Ketiga bocah tersebut pun bersorak gembira.
Hanafi menuturkan, suasana semakin cair ketika rekan-rekannya bercanda meminta bagian dari uang yang berhasil diselamatkan.
"Temen-temennya nyorakin, temen-temen saya ngeledekin minta bagian Rp 2.000 yak. Sebenernya ditanya-tanyain cuma mereka malu semua. Happy tetep bersorak sorai mereka ternyata bisa beneran," kata Hanafi.
Menurut Hanafi, kejadian uang tersangkut di dalam stang sepeda tergolong jarang. Selama bertugas, ia lebih sering menerima laporan tentang cincin burung atau benda lain yang tersangkut.
"Paling sering cincin burung kalau bocah, atau benda tersangkut. Kalau kasus unik paling mungkin suruh nyari kecoa di motor, karena dia takut kecoa, sisanya yang ke kantor paling cincin dan sejenisnya," tutup Hanafi.