Emiten TBIG Siapkan Rp 106 Miliar Buat Buyback Saham

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan buyback saham mulai 2 November 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 30 Oktober 2026, 19:15 WIB
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan membeli kembali atau buyback saham. Buyback saham itu dilakukan mulai 2 November 2026-29 Januari 2027.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/10/2026), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk akan buyback saham maksimal 52.800.000 saham atau 0,23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan. Buyback saham itu dilakukan bertahap dalam periode 2 November 2026-29 Januari 2027.

Adapun buyback saham yang akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan. Perseroan akan menyiapkan dana maksimal Rp 106 miliar untuk buyback saham.

Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui perdagangan di BEI. Untuk melakukan aksi korporasi ini, Perseroan akan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia untuk buyback saham.

“Pembelian kembali saham Perseroan akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh Perseroan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.

Perseroan yakin pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan. Hal ini mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan ketersediaan dana tunai yang memadai untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan.

Perseroan menyatakan, saat ini harga saham Perseroan tidak mencerminkan kondisi fundamental dan prospek Perseroan. Pembelian kembali saham ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham pada masa yang akan datang.

Perseroan yakin pelaksanaan transaksi pembelian kembali saham Perseroan tidak berdampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha dan pertumbuhan Perseroan.

Perseroan akan menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri. Hal ini seperti diatur dalam POJK Nomor 13/2023 dan POJK Nomor 29/2023.

Penutupan IHSG pada 30 Oktober 2026

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesuai prediksi bergerak di zona merah. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat, (30/10/2026), IHSG ditutup di zona merah meski masih bertahan di 5.000.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,80% menjadi 5.057,05. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,02% menjadi 515,16. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi tembus 5.116. Namun, IHSG tembus level terendah di bawah 5.000. IHSG sempat menyentuh 4.979,34.

Sebanyak 523 saham melemah sehingga bebani laju IHSG. 187 saham menguat dan 81 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.188.032 saham dan total volume perdagangan saham 37,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.129.

Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham kesehatan naik 0,76% dan sektor saham keuangan bertambah 0,16%. Sementara itu, sektor saham transportasi merosot 3,13%, dan catat koreksi terbesar. Selain itu, sektor saham energi turun 0,91%, sektor saham basic susut 2,84%, sektor saham industri tergelincir 1,49% dan sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,60%.

Di sisi lain, sektor saham siklikal merosot 0,41%, sektor saham properti susut 1,43%, sektor saham teknologi melemah 0,48%, sektor saham infrastruktur terpangkas 1,96%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya