Kronologi Penggerebekan Ponpes Santriwati di Sukoharjo Versi Polsi

Polda Jateng menggerebek dua ponpes pukul 03.20 WIB terkait kasus Warung Mi dan Babi. Di Sukoharjo, 12 santriwati dan 4 ustazah sempat diperiksa lalu pulang.

oleh arie.sunaryoDiterbitkan 30 Oktober 2026, 11:39 WIB
Ponpes santriwati di Sukoharjo yang digerebek polisi. (merdeka.com/arie sunaryo).

Liputan6.com, Jakarta - Tim gabungan Polda Jawa Tengah menggerebek ponpes di Sukoharjo pada Selasa (27/10/2026). Penggerebekan berlangsung menjelang subuh.

Operasi gabungan Polda Jawa Tengah bergerak pukul 03.20 WIB, Selasa (27/10/2026), menelusuri jejak dugaan keterkaitan dengan kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Parangjoro, Grogol, pada September lalu.

Aksi serentak itu menyasar sebuah pondok pesantren di Dukuh Laban Wetan, Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo, serta satu ponpes lain di Dusun Temuireng, Jenawi, Karanganyar. Penggeledahan dilakukan saat mayoritas penghuni masih terlelap.

Kapolda Jateng Irjen. Pol. Roy Hardi Siahaan memimpin langsung operasi tersebut. Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena membenarkan penggeledahan sebagai bagian dari penyidikan perkara Warung Mi dan Babi Tepi Sawah.

"Yang di Laban sekitar 15 orang, baik di bawah umur maupun dewasa semua kita mintai keterangan sebagai saksi," kata Andika, Rabu (28/10/2026).

Di lokasi penggeledahan, kepolisian menyebut menemukan senjata tajam.

Penjelasan Ponpes Laban Wetan

Sekretaris Ponpes Laban Wetan, Diyana Indah Sari, menuturkan detik-detik penggerebekan di asrama santriwati. Menurutnya, total ada 12 santriwati dan 4 ustazah yang kemudian dibawa petugas untuk pemeriksaan.

"Pukul 03.20 WIB dimulai. Pukul 03.51 WIB, para santriwati dibawa ke Polsek Mojolaban untuk diinterogasi. Sekitar pukul 10.00 dipindahkan ke Polres Sukoharjo untuk interogasi lanjutan," kata Diyana, Kamis (29/10/2026).

Ia menilai proses tanya jawab yang berlangsung berjam-jam tidak berkaitan langsung dengan perkara pembakaran warung. Diyana menyebut materi pemeriksaan justru menggali aktivitas keseharian di pondok.

"Pertanyaan pertama mengenai identitas santri, kemudian kegiatan santri selama di pondok, kemudian ditanya mengenai apa aja pelajaran yang dipelajari di pondok," kata Diyana.

"Kalau pertanyaan berkaitan warung Mi dan Babi? Nggak ada," tegas dia.

Diyana mengatakan hasil pemeriksaan tidak menemukan kaitan para santri maupun pengajar dengan kasus yang disidik.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan bukti keterlibatan mereka sehingga seluruh ustazah dan santriwati dipulangkan," ujar Diyana.

Ia juga meluruskan bahwa ponpes yang digeledah di Karanganyar berbeda pengelola dengan Ponpes Laban Wetan meski penggerebekan berlangsung hampir bersamaan. Para santriwati kini telah kembali ke pondok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya