Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melemah pada perdagangan Jumat, (30/10/2026). Harga perak Antam hari ini mengikuti harga perak dunia dan emas Antam.
Mengutip laman logam mulia.com, harga perak Antam turun Rp 1.050 menjadi Rp 35.650 per gram. Pada perdagangan sebelumnya harga perak Antam ditetapkan Rp 36.700 per gram.
Advertisement
Antam menawarkan perak batangan 250 gram dan 500 gram. Harga perak Antam 250 gram ditetapkan Rp 9.312.500 dan 500 gram dipatok Rp 17.825.000.
Lalu bagaimana harga perak dunia?
Mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia turun 0,03% menjadi US$ 51,32.
Harga perak turun mendekati US$ 51 per ons pada Jumat, mencapai level terendah sejak November 2025, seiring dengan inflasi yang terus berlanjut dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tangguh. Kondisi ini memperkuat ekspektasi akan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir tahun ini.
Indeks harga PCE AS naik 0,5% secara bulanan pada September, kenaikan terbesar sejak Maret, sementara inflasi tahunan meningkat menjadi 3,6%. Inflasi PCE inti juga naik menjadi 3,1% secara tahunan.
Di sisi lain, Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 3,4% pada kuartal ketiga, melampaui ekspektasi sebesar 3,2%, yang didorong oleh ketahanan belanja konsumen serta investasi yang kuat di sektor kecerdasan buatan (AI).
Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Rabu menjelang pemilihan paruh waktu AS minggu depan. Akan tetapi, menurut CME FedWatch Tool, pasar tetap memperkirakan peluang sekitar 75% untuk kenaikan suku bunga pada Desember. Harga perak tercatat akan turun sekitar 15% sepanjang Oktober, yang berpotensi menjadi penurunan bulanan kedua secara berturut-turut.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia merosot 1% pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026.Koreksi harga emas dunia terjadi seiring dengan data yang menunjukkan tingginya inflasi di Amerika Serikat (AS) yang memperkuat harapan the Federal Reserve (the Fed) akan menaikkan suku bunga tahun ini. Kondisi ini mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil itu.
Mengutip CNBC, Jumat (30/10/2026), harga emas di pasar spot turun 1% menjadi US4 4.026,12 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember melemah 0,3% menjadi US$ 4.037,60 per ons. Emas kini mencatatkan penurunan bulanan selama dua bulan berturut-turut.
"Prospek inflasi yang tetap tinggi bahkan melampaui target The Fed memicu ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Desember. Inilah faktor utama yang menekan pasar emas saat ini, dan laporan PCE hari ini tidak meredakan kekhawatiran tersebut," ujar Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger.
Inflasi AS, yang diukur melalui Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), meningkat pada September karena konsumen harus membayar lebih mahal untuk bensin dan barang-barang lainnya. Menurut Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS, indeks PCE naik 0,5% bulan lalu, menyusul kenaikan 0,3% pada Agustus.
Pada Rabu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, sesuai dengan ekspektasi pasar, dan menunda perubahan biaya pinjaman hingga setelah pemilihan umum paruh waktu AS minggu depan.
Sentimen The Fed
Berdasarkan perangkat FedWatch dari CME Group, para pelaku pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 83% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada Desember. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
"Fokus utama pasar selanjutnya adalah terus memantau pasar energi, mengingat pasar energi merupakan bagian besar dari kekhawatiran inflasi saat ini. Oleh karena itu, eskalasi maupun de-eskalasi di Timur Tengah yang dapat memengaruhi harga energiberpotensi memberikan dampak signifikan terhadap harga logam," Meger menambahkan.
Para investor juga tengah mencermati pemilihan umum AS pada 3 November serta potensi dampaknya terhadap kebijakan fiskal dan sentimen pasar secara lebih luas.
Di sisi lain, Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan Presidennya, Christine Lagarde, akan mengundurkan diri dari jabatannya pada 7 Februari. ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, namun memperingatkan adanya peningkatan risiko inflasi akibat lonjakan biaya energi.
Harga perak di pasar spot turun 2,7% menjadi US$ 52,54 per ons, platinum melemah 3,7% menjadi US$ 1.486,47, dan paladium terkoreksi 0,7% menjadi US$ 1.003,58. Ketiga logam tersebut mencatatkan penurunan bulanan selama dua bulan berturut-turut.