Brisia Jodie Berencana Jalani Persalinan Caesar karena Risiko Medis, Berkaitan dengan Mata

Jonathan Alden menegaskan bahwa keputusan mengenai metode persalinan sepenuhnya berada di tangan Brisia Jodie.

oleh m.altaf.jauharDiterbitkan 30 Oktober 2026, 08:30 WIB
Jonathan Alden dan Brisia Jodie. (M Altaf Jauhar/ LIputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan Brisia Jodie dan Jonathan Alden mulai mempersiapkan persalinan anak pertama mereka yang diperkirakan berlangsung pada akhir Desember 2026. Alden mengungkapkan bahwa sang istri cenderung memilih persalinan melalui operasi caesar dengan mempertimbangkan kondisi kesehatannya.

Alden menegaskan bahwa keputusan mengenai metode persalinan sepenuhnya berada di tangan Jodie. Sebagai suami, ia akan mendukung pilihan sang istri selama metode tersebut menjadi pertimbangan terbaik untuk keselamatan ibu dan bayi.

"Kalau lahiran kan yang melakukan lahiran itu Jodie sendiri, jadi lebih baik keputusannya di Jodie. Apa pun itu aku tetap support. Cuma kayaknya lebih cenderung caesar," kata Jonathan Alden di Kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (28/10/2026).

Alden juga membocorkan perkiraan waktu kelahiran anak pertama mereka berdasarkan perkiraan dokter kandungan. Ia menyebut sang buah hati kemungkinan lahir menjelang pergantian tahun, tepatnya pada akhir Desember.

"Perkiraan akhir Desember. Akhir-akhir Desember. Iya, bisa jadi setelah-setelah Natal," ungkap Alden.

Alden menjelaskan bahwa kondisi kesehatan Jodie menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan metode persalinan. Ia menyebut sang istri memiliki mata minus tinggi sehingga mereka mempertimbangkan risiko yang mungkin muncul jika menjalani persalinan normal.

"Sudah, dan juga sebenarnya kalau mau normal pun ada kondisi-kondisi tertentu kan, nggak semuanya memang harus dipaksain normal. Karena ada risiko-risiko tertentu, misalnya contoh Jodie dia punya minus yang cukup tinggi, jadi kalau untuk normal itu lumayan risiko. Karena retinanya bisa bisa risiko perdarahan lah kalau putus," jelasnya.

 


Minus Mata yang Tinggi

Brisia Jodie dan Alden Umumkan Jenis Kelamin Sang Buah Hati, Bakal Dikaruniai Anak Pertama Laki-laki

Alden kemudian mengungkapkan tingkat minus mata yang dialami Jodie. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan bersama dokter sebelum menentukan metode persalinan.

"Minusnya tinggi, 10 sama 14,5," imbuhnya.

Jodie mengaku sebelumnya terbuka terhadap berbagai pilihan metode persalinan. Namun, ia menyadari bahwa kondisi kesehatannya perlu menjadi pertimbangan utama dalam menyambut kelahiran anak pertama mereka.


Permintaan Aden

Alden menilai operasi caesar menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan apabila metode tersebut dinilai lebih sesuai dengan kondisi Jodie. Ia menegaskan bahwa mereka tidak ingin memaksakan persalinan normal jika terdapat pertimbangan medis yang perlu diperhatikan.

"Dan anak pertama doang, gitu. Jadi ya why not, gitu. Jadi kita melakukan itu. Iya, apa pun kondisi badannya dia selalu bilang ke aku, apa ya, selalu siagalah. Kalau udah capek ya udah minta stop, lebih banyak istirahat lah," urai Alden.


Mulai Mencicil Kebutuhan Bayi

Sambil menunggu kelahiran sang buah hati, Jodie dan Alden mulai mencicil berbagai kebutuhan bayi. Mereka secara bertahap mencari informasi mengenai perlengkapan yang diperlukan untuk menyambut anggota keluarga baru.

"Udah, dari kita mulai cari-cari tahu apa aja yang harus dibeli, kita mulai beli, udah mulai nyicil lah.," ucap Alden.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya