Dwi Bagus Pembunuh Istri Siri dan Anak Kerja di Proyek Asing, Gaji Rp 9 Juta per Hari

Dwi Bagus pembunuh istri siri dan anak ternyata seorang profesional berpenghasilan fantastis dengan latar belakang pendidikan yang mumpuni.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 29 Oktober 2026, 17:38 WIB
Dwi Bagus Martoni, tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun digelandang ke Mapolda Jatim. (Liputan6.com/ Dok Istimewa)

Liputan6.com, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengungkap sisi lain dari Dwi Bagus Martono (40), tersangka kasus pembunuhan sadis terhadap istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anak tirinya, AGF (4), di Madiun. Di balik aksi keji dan upaya sistematis untuk menghilangkan jejak, tersangka ternyata merupakan seorang profesional berpenghasilan fantastis dan berlatar belakang akademis mumpuni.

​Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, membeberkan bahwa Dwi Bagus bekerja di sektor manufaktur khusus proyek berskala internasional. Tersangka kerap direkrut oleh perusahaan-perusahaan asing untuk menangani proyek-proyek besar, seperti pembangunan anjungan minyak, pengeboran bawah laut (subsea), hingga riset geoteknik tanah.

​"Biasanya proyek-proyek besar perusahaan asing yang mau bikin anjungan minyak, mau bikin penelitian kondisi tanah. Dia kalau dikontrak perusahaan asing itu per hari saja bisa Rp 9 juta," ungkap Jumhur, Kamis (29/10/2026).

​Dalam sekali kontrak, durasi kerja Dwi Bagus umumnya mencapai tiga bulan dengan sistem kerja berpindah-pindah antarperusahaan. Selain mapan secara finansial, tersangka juga dikenal cerdas secara akademis dan merupakan lulusan program studi manufaktur dari salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia.

​"Pintar juga lah dulu, jurusannya itu jarang ya, manufaktur," tambah Jumhur.

​Secara personal, Dwi Bagus dinilai sebagai sosok yang pendiam dan gemar belajar. Namun, kepintaran dan kecerdasan analitis tersebut justru disalahgunakan oleh tersangka untuk merencanakan pembunuhan secara matang sekaligus berupaya menyembunyikan kejahatannya.

​"Makanya dia sekalipun ada masalah, dia hadapi dengan cara seperti itu. Banyak akalnya pula, kan. Menghilangkan jejak saja sampai harus melakukan hal itu," pungkasnya.

 

Pembunuhan Berencana

​Kasus ini bermula dari laporan orang hilang yang diajukan keluarga sejak 20 September 2026, setelah korban dan anaknya tidak kunjung kembali.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah beredar informasi bahwa Dini sempat terlibat cekcok dengan suami sirinya di sebuah rumah makan ayam penyet di Ponorogo, di mana ponsel korban sempat dibanting sebelum akhirnya dikabarkan ditinggalkan di jalan.

​Setelah melakukan penyelidikan intensif selama lebih dari sebulan, polisi menemukan berbagai kejanggalan yang mengarah kepada Dwi Bagus, yang saat itu juga turut menghilang.

​Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut dilakukan secara terencana. Tersangka menghabisi nyawa Dini terlebih dahulu di sebuah kamar hotel di Madiun, sebelum kemudian membunuh korban anak (AGF).

​"Setelah dibunuh, jasad dimasukkan ke dalam mesin penggilingan daging, lalu dibakar, dan rencananya hendak dibuang ke laut," ujar Roy dalam keterangan pers di Mapolda Jatim.

​Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk melengkapi berkas penyidikan dan memastikan seluruh motif di balik pembunuhan berencana yang menggemparkan publik ini terungkap secara tuntas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya