IPO Jio Platforms, Miliarder Mukesh Ambani Raup Rp 57,4 triliun

Saham Jio Platforms milik miliarder Mukesh Ambani melonjak lebih dari 27% saat debut di bursa India setelah menghimpun 302 miliar rupee atau Rp 57,4 triliun.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 29 Oktober 2026, 21:45 WIB
Orang terkaya kesembilan di dunia asal India, Mukesh Ambani. (AFP/Sam Panthaky)

Liputan6.com, Jakarta - Saham Jio Platforms, perusahaan telekomunikasi dan layanan digital milik miliarder Mukesh Ambani, melonjak lebih dari 27% saat mulai diperdagangkan di Bursa Efek Nasional India (NSE) di Mumbai. Perusahaan menghimpun 302 rupee miliar atau Rp 57,4 triliun (asumsi kurs rupee terhadap rupiah 190,2) melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Kenaikan tersebut mendorong nilai kapitalisasi pasar Jio Platforms menjadi 13 triliun rupee atau sekitar Rp 2.472 triliun. Nilai tersebut menjadikan Jio sebagai perusahaan terbuka dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di India, setelah perusahaan induknya, Reliance Industries.

Mengutip Forbes, Kamis (29/10/2026), IPO Jio Platforms menjadi yang terbesar dalam sejarah India. Penawaran sahamnya menarik permintaan senilai 7,5 triliun rupee atau Rp 1.426 triliun, lebih dari 20 kali nilai saham yang ditawarkan. Bahkan, penawaran tersebut telah terserap penuh dalam waktu dua jam sejak hari pertama.

Jio Platforms menjual 270 juta saham dengan harga 1.119 rupee per saham atau Rp 212.829, batas tertinggi yang ditetapkan. Sekitar 13 juta warga India membeli saham tersebut, bersama investor institusi global seperti Abu Dhabi Investment Authority, BlackRock, dan Fidelity.

"Hati saya dipenuhi rasa syukur," kata Direktur Pelaksana Jio Platforms sekaligus putra sulung Mukesh Ambani, Akash Ambani, dalam acara pencatatan saham.

Ia menyebut respons investor melampaui perkiraan dan memecahkan rekor di berbagai kategori investor.

Jio Platforms merupakan operator seluler terbesar di India dengan lebih dari 533 juta pelanggan per Juni 2026. Pada tahun buku yang berakhir 31 Maret 2026, pendapatan perusahaan meningkat 14,6% menjadi 1,5 triliun rupee  atau Rp 285,2 triliun. Sementara, laba bersih naik 15% menjadi 300 miliar rupee atau Rp 57 triliun.

Jio Bidik Pengembangan AI dan Komputasi Awan

Perusahaan ini mengubah persaingan industri telekomunikasi India sejak meluncurkan layanannya pada 2016 dengan menawarkan panggilan suara gratis dan paket data berharga murah.

Jio Platforms kini memperluas bisnis digitalnya dan berencana menginvestasikan US$ 110 miliar atau Rp 1.991 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.110) selama tujuh tahun ke depan untuk membangun pusat data serta mengembangkan kecerdasan buatan (AI).

Analis Elara Capital yang berbasis di Mumbai, Prashant Biyana, menilai Jio telah berkembang dari operator telekomunikasi menjadi platform digital yang berfokus pada peningkatan pendapatan.

"Dengan dukungan sistem teknologi yang terintegrasi, Jio membangun ekosistem infrastruktur digital yang dapat dikembangkan dan memiliki keunggulan tersendiri, dengan prospek pendapatan jangka panjang yang terlihat," tulis Biyana dalam catatannya. Elara Capital memulai analisis saham Jio Platforms dengan rekomendasi beli.

Dalam acara pencatatan saham, Akash Ambani menyatakan perusahaan ingin membawa Jio Platforms ke tahap pertumbuhan berikutnya. Dalam satu dekade mendatang, perusahaan menargetkan teknologi seperti AI, komputasi awan, perangkat terhubung, dan konektivitas satelit dapat diakses oleh jutaan warga India.

Jio juga berambisi mengembangkan layanan digital baru yang saat ini belum terbayangkan.

"Ambisi kami adalah mewujudkan masyarakat yang benar-benar digital, dengan Jio Platforms sebagai intinya," kata Akash.

Mukesh Ambani, yang memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 80,7 miliar atau Rp 1.461 triliun berdasarkan data waktu nyata dalam laporan Forbes, memimpin Reliance Industries. Konglomerasi tersebut memiliki bisnis di bidang energi, petrokimia, telekomunikasi, ritel, media, dan jasa keuangan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya