Ibas Dorong Pemerataan Distribusi Air untuk Kelompok Tani

Irigasi merupakan salah satu infrastruktur penting bagi keberlanjutan sektor pertanian

oleh Liputan6.comDiterbitkan 28 Oktober 2025, 19:35 WIB
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut dia, irigasi merupakan salah satu infrastruktur penting bagi keberlanjutan sektor pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan cuaca, kekeringan, dan potensi gagal panen.

"Ketersediaan air yang memadai akan membantu petani mempertahankan produktivitas lahan, menjaga kualitas hasil panen, serta mendukung upaya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional," kata Ibas saat menghadiri kegiatan program irigasi melalui Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Berkesi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (28/10).

Ibas ingin para petani terus dapat menanam, baik padi maupun tanaman lainnya. Karena itu, infrastruktur irigasi dipastikan kebermanfaatannya untuk mendukung kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah serta keterlibatan berbagai pihak dalam memperjuangkan program irigasi bagi kelompok tani di wilayah Grobogan. Ibas juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mengawal program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ibas mencatat, Program P3-TGAI menjadi salah satu upaya mendukung kebutuhan air bagi kelompok-kelompok tani melalui pembangunan atau peningkatan jaringan irigasi.

"Pentingnya keberadaan pompa air yang dapat menunjang pengairan lahan pertanian, khususnya ketika pasokan air berkurang pada musim kemarau," wanti Ibas.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu berpesan agar jaringan irigasi dan fasilitas pompa air yang tersedia dirawat serta dimanfaatkan secara optimal.

"Pengaturan distribusi air secara bergiliran dan kesepakatan antarkelompok tani, khususnya saat musim kemarau, perlu dijalankan agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara adil dan tidak menimbulkan persoalan di antara petani," dia menandasi.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya