Anak Putus Sekolah Bikin Antivirus, Kini Beraset Triliunan

Tanpa ijazah formal, anak putus sekolah ini berhasil bangun raksasa antivirus Quick Heal dan kumpulkan harta Rp 924 miliar.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 29 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chairman and Managing Director Kailash Katkar Quick Heal Technologies Ltd. (Dok quickheal.com)

Liputan6.com, Jakarta - Dari sebuah toko reparasi radio sempit di Maharashtra, jemari muda Kailash Katkar terbiasa berkutat dengan debu dan komponen elektronik rusak. Siapa sangka, berpuluh tahun kemudian, tangan yang sama berhasil menggenggam takhta imperium teknologi beraset triliunan rupiah.

Lahir di desa kecil Rahimatpur, India, Kailash terpaksa menelan pil pahit putus sekolah saat baru menginjak kelas 9 akibat himpitan ekonomi keluarga. Demi membantu dapur tetap ngebul, ia mengawali langkahnya sebagai asisten perbaikan radio dan kalkulator lokal dengan upah amat minim, hanya 400 rupee atau sekitar Rp 75 ribu per bulan (kurs Rp 190 per rupee).

Namun, bengkel mungil itu justru menjadi kawah candradimuka. Kesehariannya merakit dan membongkar perangkat keras menyalakan api ketertarikan Kailash pada dunia teknologi informasi yang mulai merambah India di awal dekade 1990-an. Tanpa ijazah formal, ia melahap ilmu komputer secara otodidak.

Berbekal tabungan 15.000 rupee atau sekitar Rp 2,8 juta, Kailash memberanikan diri membuka bengkel reparasi komputernya sendiri di kota Pune pada 1991. Langkah ini menjadi titik balik penting dari seorang buruh toko menjadi pemilik usaha.

 

Melihat Masalah Jadi Peluang Bisnis

Ilustrasi Virus Komputer (Photo created by rawpixel.com on Freepik)

Memasuki pertengahan 1990-an, ketika penggunaan komputer pribadi (PC) mulai menjamur, Kailash mencium masalah besar yang kerap mengintai pelanggannya, yaitu serangan virus komputer yang merusak data. 

Melihat celah bisnis di bidang keamanan siber yang kala itu masih sepi pemain, Kailash mengajak adiknya, Sanjay Katkar, untuk berkolaborasi.

Dua bersaudara ini memadukan keahlian eksekusi bisnis Kailash dengan bakat teknis Sanjay. Berbekal dana seadanya, mereka menyulap garasi rumah menjadi laboratorium riset tempat menguji coba racikan kode pelindung pada komputer pelanggan.

Kerja keras itu berbuah manis pada 1995 ketika mereka berhasil meluncurkan peranti lunak antivirus bernama Quick Heal seharga 700 rupee. Momen inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Quick Heal Technologies.

 

Dari Garasi Menuju Bursa Saham Global

Keunggulan Kailash terletak pada kejeliannya memahami kebutuhan konsumen lewat produk yang ringkas dan efektif. Antivirus kreasinya cepat merebut kepercayaan publik berkat ketangguhannya menghalau serangan siber. 

Inovasi tanpa henti bertahun-tahun mengubah usaha garasi tersebut menjadi salah satu raksasa keamanan siber paling dominan di India. Di bawah kemudi strategis Kailash, Quick Heal Technologies resmi melantai di bursa saham melalui Initial Public Offering (IPO) pada 2016.

Kapitalisasi pasar perusahaan ini melonjak menembus angka lebih dari 1.975 crore rupee atau sekitar Rp 3,7 triliun. Kesuksesan tersebut otomatis melambungkan kekayaan bersih Kailash Katkar hingga diperkirakan mencapai US$ 51 juta atau setara Rp 924,32 miliar (kurs Rp 18.124 per US$).

Kisah perjalanan Kailash Katkar menjadi bukti nyata bahwa ketiadaan gelar akademis bukanlah vonis mati bagi masa depan. Ketekunan belajar otodidak, keberanian mengambil risiko, serta kepekaan melihat solusi di tengah masalah mampu mengubah takdir seseorang hingga puncak tertinggi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya