Pemulihan Pascabencana Sumatera: Jalan Nasional Pulih, Huntap Terus Dibangun

Selain penyediaan hunian sementara, pemerintah melanjutkan pembangunan hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 28 Oktober 2026, 18:26 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Satgas PRR Pascabencana Sumatera terkait Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Ruang Rapat Posko Satgas PRR, Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berlanjut. Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 20.770 dari target 20.803 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dibangun. Namun, pembangunan hunian tetap (huntap) dan perbaikan sejumlah infrastruktur daerah masih harus dituntaskan.

Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mencatat, pembangunan huntara telah mencapai sekitar 99,8 persen. Dari total unit yang rampung, sebanyak 20.728 unit telah dihuni masyarakat terdampak.

BACA JUGA: Pemulihan Bencana Sumatra Capai 98 Persen, Sekolah dan Faskes Masih Diperbaiki

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Tito Karnavian mengatakan pemerintah terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.

“Ini kan menjadi bukti bahwa pemerintah, terutama pemerintah pusat tidak tinggal diam dengan peristiwa bencana Sumatera. Dan kita sudah bekerja betul-betul masif di tahap rehab dan rekon ini,” kata Tito, seperti dikutip dalam keterangan yang disampaikan pada Sabtu (10/10/2026).

Selain penyediaan hunian sementara, pemerintah melanjutkan pembangunan hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana.

Dari rencana pembangunan 57.027 unit huntap di tiga provinsi, sebanyak 2.103 unit telah selesai dibangun dan 1.844 unit lainnya masih dalam pengerjaan. Pembangunan ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak.

Di sektor infrastruktur, seluruh jalan nasional dan jembatan nasional yang terdampak bencana dilaporkan telah kembali berfungsi.

Data Satgas PRR per 9 Oktober 2026 mencatat 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional terdampak telah pulih. Kondisi ini mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Meski demikian, pemulihan infrastruktur daerah belum sepenuhnya selesai. Dari 2.421 ruas jalan daerah terdampak, sebanyak 2.291 ruas telah kembali berfungsi. Sementara itu, dari 1.184 jembatan daerah terdampak, sebanyak 827 jembatan telah kembali berfungsi.

Pembangunan jembatan juga melibatkan Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat dan Polri. Berdasarkan rekapitulasi dalam laporan Satgas PRR, sebanyak 590 jembatan dari berbagai kategori yang dikerjakan kedua institusi tersebut telah selesai dibangun.

 

Rumah Sakit dan Puskesmas Kembali Melayani Warga

Hunian Tetap Penyintas Bencana Sumatra. Dok: Satgas PRR/BNPB

Pemulihan juga dilakukan pada fasilitas kesehatan untuk memastikan masyarakat kembali mendapatkan layanan medis.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 87 rumah sakit pemerintah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali beroperasi. Seluruh 867 puskesmas terdampak juga dilaporkan telah kembali melayani masyarakat.

Meski demikian, sebagian puskesmas masih menggunakan bangunan modular atau lokasi pelayanan sementara sebagai penyesuaian setelah bencana.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar telah kembali berlangsung di seluruh 4.922 sekolah terdampak di tiga provinsi tersebut.

Sebanyak 4.823 sekolah telah menggunakan bangunan sekolah asal, sedangkan 99 sekolah masih memanfaatkan ruang kelas darurat. Berdasarkan data yang disampaikan, tidak ada lagi sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar di tenda atau menumpang di lokasi lain.

Penggunaan ruang kelas darurat di sebagian sekolah menunjukkan bahwa pemulihan kegiatan belajar mengajar telah berjalan, meski kebutuhan perbaikan fisik bangunan masih perlu diperhatikan.

Sementara itu, pemulihan fasilitas keagamaan juga terus berlangsung. Data Kementerian Agama mencatat 1.558 dari 1.593 tempat ibadah terdampak di tiga provinsi telah kembali beroperasi.

Berfungsinya kembali fasilitas pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah menjadi bagian penting dalam memulihkan aktivitas sehari-hari masyarakat pascabencana.

 

Pembangunan Huntap dan Infrastruktur Daerah Masih Berlanjut

Berbagai capaian tersebut menunjukkan kemajuan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. Namun, sejumlah pekerjaan masih perlu diselesaikan, terutama pembangunan hunian tetap serta pemulihan jalan dan jembatan daerah yang belum kembali berfungsi.

Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, proses pemulihan di tiga provinsi tersebut masih berlangsung. Penyelesaian pembangunan hunian dan pemulihan layanan dasar menjadi bagian penting agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih stabil.

Keberhasilan pemulihan tidak hanya ditentukan oleh jumlah bangunan yang selesai, tetapi juga oleh keberlanjutan fungsi fasilitas tersebut dan manfaatnya bagi masyarakat terdampak bencana.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya