Putri Ayudya dan Givina Ambil Pelajaran dari Filosofi Teras, Relevan dengan Kehidupan Pekerja

Putri Ayudya dan Givina membintangi film Filosofi Teras yang tayang 24 Desember 2026.

oleh Afradhiya N. RDiterbitkan 29 Oktober 2026, 08:30 WIB
Putri Ayudya.

Liputan6.com, Jakarta - Putri Ayudya memerankan karakter Atika yang merupakan seorang atasan di kantor dalam film Filosofi Teras. Melalui perannya ini ia mendapat beberapa pelajaran yang ia bagikan dalam konferensi pers poster dan soundtrack film Filosofi Teras di kawasan Jakarta pada Selasa, (27/10/2026).

Hal ini ia sebut relevan dengan orang-orang yang bekerja di kantor dan mendapatkan tugas-tugas maupun revisi.

“Aku Putri Ayudya di sini berperan sebagai Ibu Atika. Ibu Atika adalah klien bos ya. Jadi, dia udah client boss. Dua hal yang ingin saya ingatkan mungkin ini relate untuk teman-teman yang bekerja di kantoran ya semuanya ya. Yang pertama yang enggak perlu overthinking adalah revisi teman-teman. Kalau diminta revisi, kerjain aja kalau kita mampu. Kalau udah nggak mampu, ‘Maaf bu, mentok’, ‘Ibu mintanya terlalu banyak’ gitu misalnya. Kalo tahan ya ditahan, tahan,” ucap Putri Ayudya.

Pesan selanjutnya yang ingin ia sampaikan adalah tentang mengendalikan yang bisa kita kendalikan.

“Yang kedua, ya bos yang terlalu ribet ya. Atau bos yang banyak menuntut, nggak perlu dipusingin. Kembali pada hal-hal yang terkait dengan dikotomi kendali. Bos ribet itu nggak bisa kita kendalikan. Bukan urusan kita. Biarkan saja dia apa adanya, mungkin dia juga punya masalah. Dia juga manusia teman-teman. Biarkan saja ya kan. Kita enggak pernah tahu gitu,” tuturnya.


Semua Telah Diatur

Putri Ayudya, mengangkat mic dalam konferensi pers official poster & soundtrack film Filosofi Teras di kawasan Jakarta pada, (27/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Putri Ayudya kemudian mengingatkan para penonton untuk tidak pusing mengenai masalah-masalah itu. Ia juga menilai bahwa orang-orang memiliki pilihan yang bisa menyelamatkan sesuatu seperti harga diri. Di akhir, ia menghubungkan semuanya dengan menyebut bahwa semuanya sudah diatur.

“Mungkin kalau kita berempati ke dia diam-diam dia terus curhat ke kita. Jadi dekat deh jadi malah kan. Jadi nggak perlu dipusingin. Kalau misalnya pertanyaannya apa yang bisa kita kendalikan, kalau udah nggak suka, resign. Sebelum dipecat mending kita resign. Harga diri. Balik ke sini, jodoh itu enggak usah dipikirin. Rezeki enggak bakal ketukar. Semua udah ada rezekinya,” pungkasnya.

 


Givina Himbau Para Penonton untuk Stop Overthinking dengan Asumsi Pribadi

Penulis, pengisi soundtrack, sutradara, jajaran cast dalam konferensi pers official poster & soundtrack film Filosofi Teras di kawasan Jakarta pada, (27/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Tak hanya Putri Ayudya, Givina juga membagikan pesan yang bisa ia ambil dari karakter Ayu dalam Filosofi Teras. Menurutnya, overthinking tentang asumsi sendiri harus dihentikan lantaran berpotensi menjadi masalah yang lebih besar.

“Stop overthinking tentang asumsi sendiri. Tanpa komunikasi kadang kan kita udah langsung berekspektasi atau udah berasumsi kalau ‘orang ini kayaknya kalau gua ngomong kayaknya enggak akan terima’, ‘Orang ini kalau gua jujur kayaknya enggak akan terima.’ Padahal itu belum tentu gitu. Komunikasi is the key. Itu yang aku belajar banyak gitu. Untuk stop berasumsi karena asumsi itu bisa menjadi akar dari semua sakit hati,” pungkas Givina.

 


Jajaran Pemeran Film Filosofi Teras

Film adaptasi buku Filosofi Teras ini menggandeng nama-nama papan atas Indonesia dalam dunia perfilman. Mulai dari Sherina Munaf yang berperan sebagai Nea, Zee Asadel sebagai Runi, Ge Pamungkas sebagai Dio, Rangga Nattra sebagai Abi, hingga Kiki Narendra sebagai Marwan.

Film ini akan dijadwalkan segera tayang di bioskop Indonesia pada 24 Desember 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya