Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 5.200 pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Rabu (28/10/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah dolar Amerika Serikat (AS) makin perkasa terhadap rupiah dan seluruh sektor saham tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG sesi pertama ditutup turun 1,65% menjadi 5.179,06. Indeks saham LQ45 merosot 1,33% menjadi 525,91. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 5.256,38 dan level terendah 5.167,33. Sebanyak 553 saham melemah sehingga menekan IHSG. 131 saham menguat dan 104 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 921.678 kali dengan volume perdagangan saham 16,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.170.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur turun 3,74%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 3,18%, sektor saham basic susut 2,81%, sektor saham industri merosot 3,3%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal melemah 2,11%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 1,91%, sektor saham kesehatan turun 0,20%, dan sektor saham keuangan merosot 0,41%. Lalu sektor saham properti turun 1,42%, sektor saham teknologi melemah 0,68%, sektor saham transportasi melemah 1,81%.
Di tengah koreksi IHSG, saham BBCA mampu naik 3,57% menjadi Rp 5.075 per saham. Harga saham KLBF menanjak 2,11% menjadi Rp 725 per saham. Lalu harga saham ITMG bertambah 1,32% menjadi Rp 24.975 per saham, saham INCO melambung 1,14% menjadi Rp 3.540 per saham dan saham PGAS menguat 0,40% menjadi Rp 1.245 per saham.
Di sisi lain, saham ISAT melemah 6,82% menjadi Rp 1.570 per saham. Harga saham BRPT turun 6,79% menjadi Rp 1.235 per saham dan saham WIFI merosot 6,7% menjadi Rp 905 per saham.