Bank Jago Kantongi Laba Rp 298 Miliar pada Kuartal III 2026

Bank Jago mencatatkan aset tumbuh 22% menjadi Rp 42,1 triliun per September 2026.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 28 Oktober 2026, 12:04 WIB
(Ilustrasi PT Bank Jago Tbk (ARTO) Dok: Bank Jago

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat pada kuartal III 2026 laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) Rp 298 miliar, naik 50% dari Rp 199 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan hal itu, aset Bank Jago juga mengalami kenaikan sebesar 22% menjadi Rp 42,1 triliun per September 2026 dari Rp 34,5 triliun pada September 2025.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris, mengatakan dengan kondisi fundamental yang kuat, Bank Jago memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di level 27,5%. Ini menunjukkan tingkat permodalan yang kuat bagi Bank Jago untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.

"Bagi kami, pertumbuhan bisnis bukan hanya sekadar mencetak angka tetapi memastikan fundamental perseroan semakin kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan. Dengan begitu saya optimistis Bank Jago bisa bertumbuh lebih kencang seiring dengan kondisi perekonomian yang semakin optimal pada tahun mendatang," ujar Arief dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Adapun kinerja positif Bank Jago berlanjut, hal itu tercermin dari kualitas pertumbuhan nasabah, dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit. Hingga akhir September 2026, Bank Jago telah melayani 19 juta nasabah, termasuk 13,1 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.

Pencapaian jumlah nasabah mencerminkan komitmen perseroan untuk menjaga kualitas pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan memprioritaskan optimalisasi basis nasabah.

 

 

 

DPK Bank Jago

Bank Jago dikembangkan sebagai bank berbasis teknologi untuk nasabah segmen pasar Ritel, Usaha Kecil dan Menengah, serta Mass Market. (Dok Bank Jago)

Arief mengatakan, dengan fokus pada kualitas pertumbuhan nasabah, total DPK Bank Jago mencapai Rp 28,9 triliun, meningkat 21% dari Rp 23,9 triliun pada akhir September 2025. Porsi current account and savings account (CASA) mendominasi DPK sebesar 53% atau setara Rp 15,4 triliun, sedangkan deposito menyumbang 47% atau Rp 13,5 triliun.

Di sisi lain penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 27,9 triliun per September 2026, meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 23,5 triliun.

Bank Jago konsisten menjaga kualitas dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 0,9%, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional.

"Fokus kami yang mengedepankan pertumbuhan berkualitas, baik pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, berdampak positif pada pencapaian kinerja serta posisi fundamental bank yang berada dalam posisi sangat baik," ujar dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya