Transaksi Kripto Melambat Picu Laba Robinhood Merosot

Platform kripto Robinhood mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi laba menurun pada kuartal ketiga 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 28 Oktober 2026, 12:10 WIB
Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Robinhood Markets mencatat laba kuartal ketiga berada di bawah estimasi wall street pada pengumuman Selasa, 27 Oktober 2026. Kinerja laba itu dipengaruhi melambatnya perdagangan kripto dan tingginya beban operasional menutupi kinerja yang kuat di pasar opsi dan pasar prediksi.

Mengutip Channel News Asia, Rabu (28/10/2026),saham Robinhood yang berbasis di Menlo Park, California turun 7% setelah penutupan pasar.

 Total pendapatan Robinhood naik 12% year over year (YoY) menjadi US$ 1,42 miliar. Namun, laba bersih turun 14% menjadi US$ 476 juta. Demikian mengutip the Block.

Di sisi lain, pendapatan berbasis transaksi dari kripto di platform kripto anjlok 55% menjadi US$ 120 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Pasar kripto berada di bawah tekanan tahun ini di tengah volatilitas yang meningkat dan arus keluar dana yang terus berlanjut, seiring dengan tekanan inflasi serta suku bunga yang lebih tinggi yang membuat obligasi dan investasi tradisional lainnya menjadi lebih menarik dibandingkan aset spekulatif.

Bitcoin, kripto terbesar di dunia, telah turun hingga 8% sepanjang tahun ini (year-to-date), seiring dengan ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak yang menambah ketidakpastian pasar.

Secara keseluruhan, pendapatan berbasis transaksi Robinhood naik sekitar 19% menjadi US$ 867 juta, didorong oleh lonjakan lebih dari enam kali lipat pada pendapatan dari kontrak peristiwa (event-contracts) serta kenaikan 31% pada pendapatan dari perdagangan opsi.

Namun, menurut Kepala Riset REX Financial, Bill Birmingham, pertumbuhan pendapatan tertinggal dibandingkan peningkatan jumlah kontrak perdagangan. Hal ini menunjukkan pertumbuhan lebih terkonsentrasi pada beberapa area utama saja.

"Pasar prediksi lebih menjadi saluran tambahan bagi kelompok pedagang aktif yang sudah ada, alih-alih menjadi sarana untuk menjaring nasabah baru," ujar Birmingham.

Ia menambahkan, sebagian volume tersebut mungkin mencerminkan pergeseran dari aktivitas perdagangan yang sudah ada, bukan penambahan bisnis baru.

 

Kontribusi Pasar Prediksi

Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)

Meski demikian, CFO Robinhood, Shiv Verma, menegaskan pasar prediksi merupakan pendorong pertumbuhan yang penting bagi perusahaan.

"Pasar prediksi kini telah menjadi bisnis dengan nilai hampir US$ 500 juta per tahun dan tumbuh dengan sangat baik. Padahal, segmen ini belum genap berusia dua tahun karena baru diluncurkan menjelang pemilihan umum 2024," ungkap Verma kepada para jurnalis melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan kontrak peristiwa, baik yang terkait dengan olahraga maupun non-olahraga, menunjukkan pertumbuhan yang kuat, dengan kontrak non-olahraga mencakup porsi yang lebih besar dari total volume perdagangan.

Beban operasional perusahaan meningkat 16% menjadi US$ 739 juta untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 September. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan cadangan kerugian kredit, pengeluaran untuk bisnis baru seperti Trump Accounts dan Rothera serta peningkatan aktivitas pemasaran.

Robinhood mencatatkan laba sebesar 51 sen per saham, di bawah ekspektasi analis yang memprediksi laba 55 sen per saham, menurut estimasi yang dihimpun oleh LSEG.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya