Liputan6.com, Jakarta - Stasiun Manggarai Jakarta akan melayani naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh setelah pembangunan fasilitas pendukung ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Denny Michels Adlan, mengatakan pemerintah melanjutkan pembangunan fasilitas Stasiun Manggarai untuk mendukung layanan kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik (KRL).
Advertisement
"Nanti kereta api jarak jauh bisa dilayani naik turun di sana (Stasiun Manggarai),” ujar Denny dalam diskusi dengan media di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Denny menjelaskan, pembangunan fasilitas tersebut telah menyelesaikan fase pertama dan akan berlanjut ke fase kedua. Pekerjaan fase kedua mencakup fasilitas naik turun penumpang, sejumlah jembatan, serta jalur kereta.
Selain pengembangan Stasiun Manggarai, pemerintah juga melanjutkan pembahasan proyek jalur dwiganda atau double-double track (DDT). Denny mengatakan, pemerintah masih mendiskusikan ruang lingkup pekerjaan proyek tersebut dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) sebagai lembaga pendonor pinjaman.
“Kita masih terus diskusi dengan JICA, terutama untuk ruang lingkupnya. Minggu depan kita mau diskusi lagi terkait pembahasan ruang lingkup pekerjaan DDT,” kata Denny.
Pembangunan DDT diharapkan mendukung peningkatan kapasitas jalur kereta api di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Namun, pemerintah masih membahas ruang lingkup pekerjaan proyek tersebut bersama JICA.
KAI Diminta Segera Datangkan 8 Kereta KRL Baru
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera merealisasikan pengadaan delapan rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru untuk mengurangi kepadatan penumpang di Jabodetabek. Pemerintah menargetkan seluruh 35 rangkaian KRL baru yang telah disetujui pada 2023 dapat beroperasi paling lambat pada 2027.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan KAI telah mendatangkan 11 rangkaian KRL baru dari China dan mengadakan 16 rangkaian melalui PT Industri Kereta Api (INKA). Dari pengadaan melalui INKA, tujuh rangkaian telah beroperasi, sedangkan sembilan lainnya masih dalam tahap produksi.
“Kita membutuhkan delapan trainset ini segera melayani masyarakat,” ujar Allan saat berdiskusi dengan media di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Allan menjelaskan, KAI menargetkan dua dari sembilan rangkaian yang masih diproduksi INKA dapat beroperasi pada 2026, sedangkan tujuh lainnya menyusul pada 2027. Dengan demikian, pengadaan delapan rangkaian baru masih diperlukan untuk memenuhi target 35 rangkaian.
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi meminta KAI mempercepat pengadaan tersebut, baik melalui produksi dalam negeri maupun impor. Pemerintah menyerahkan pilihan produsen kepada KAI selama pengadaan memenuhi komitmen dan kebutuhan layanan.
“Yang paling penting, komitmen menyelesaikan 35 yang sudah disetujui segera direalisasikan,” kata Dudy.
Selain pengadaan 35 rangkaian baru, Kemenhub masih menunggu kejelasan rencana pengadaan dua rangkaian retrofit. Allan mengatakan KAI perlu memastikan apakah pengadaan tersebut tetap menggunakan skema retrofit melalui INKA atau beralih menjadi pembelian kereta baru.