Adorn, Kepulangan Andhita Siswandi dalam Bahasa Keindahan yang Baru

Dari pita khas hingga teknik French seam, Andhita Siswandi merangkai 50 tampilan busana sekaligus menyuarakan makna berkarya setelah menjadi ibu.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 20:00 WIB
Presentasi koleksi "Adorn" di Jakarta, 23 Oktober 2026, yang menandai kembalinya Andhita Siswandi ke dunia mode setelah vakum enam tahun. (dok. Tim Andhita Siswandi)

Liputan6.com, Jakarta - Enam tahun bukan waktu yang singkat untuk meninggalkan panggung mode. Selama itu pula, kehidupan Andhita Siswandi bergerak melalui babak-babak yang berbeda, memberi ruang bagi perannya sebagai ibu dari empat anak.

Di antara kesibukan keluarga dan perjalanan personal, dunia mode tetap menjadi bagian dari dirinya, menunggu kesempatan untuk kembali dirayakan. Jeda tersebut kini menemukan ujungnya, bukan dengan mengulang masa lalu, melainkan melalui sebuah koleksi yang mencerminkan pertumbuhan dan perspektif baru.

Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Andhita mempersembahkan "Adorn," koleksi musim semi yang menandai kembalinya sang perancang ke panggung mode. Dikenal dengan garis rancang quirky, nyaman, dan menyenangkan, ia membawa 50 tampilan busana perempuan yang mempertemukan keanggunan dengan karakter personal.

Nama Adorn, yang bermakna memperindah atau menghiasi, menjadi titik berangkat bagi eksplorasi tentang bagaimana busana dapat memberi sentuhan istimewa pada keseharian.

"Industri mode sudah berbeda, selain penjahit dan rekan-rekan perancang, mulai dari jurnalis mode, sosok panutan mode, model, semua sudah berbeda," tutur Andhita mengenai perubahan yang diamatinya selama enam tahun terakhir.

Pengalaman kembali ke industri yang telah berkembang membawanya pada kesadaran bahwa membangun eksistensi membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, mulai dari tim hingga jalur pemasaran yang tepat.

Keinginan untuk kembali menggelar presentasi sebenarnya telah muncul beberapa tahun sebelumnya. Rencana itu baru terwujud pada 2026, ketika Andhita merasa telah menemukan momentum dan rekan kolaborasi yang sesuai.

Kali ini, ia ingin melangkah melampaui pemenuhan kebutuhan klien maupun tren yang sedang berkembang. Perhatiannya tertuju pada upaya memperkenalkan kembali identitas Andhita Siswandi sebagai perancang yang terus bereksplorasi, sekaligus membuka lebih banyak kemungkinan dalam proses kreatifnya.

 

Rangkaian Koleksi

Presentasi koleksi "Adorn" di Jakarta, 23 Oktober 2026, yang menandai kembalinya Andhita Siswandi ke dunia mode setelah vakum enam tahun. (dok. Tim Andhita Siswandi)

Semangat tersebut diterjemahkan melalui rangkaian busana yang mencakup kemeja, kaus berkerah, blazer, jaket bomber, rok pensil, rok balon, rok A-line, rok midi, rok lebar, skort, celana pendek, celana panjang, gaun, serta cape.

Palet kuning, merah muda, lavender, hijau, dan biru yang lembut berpadu dengan hitam sebagai penyeimbang. Material premium seperti duchess dan tweed bertemu dengan sutra, katun, organza, chiffon, serta semi wool, menciptakan permainan tekstur yang memperkaya karakter setiap rancangan.

"'Adorn' ini kombinasi antara nyaman dan cantik. Ada kemeja yang tentunya nyaman dikenakan, tapi tetap ada embellishment dan sentuhan unik yang membuatnya jadi tampil beda," sebut lulusan Lasalle College of Fashion tersebut.

Pita yang telah menjadi ciri khas Andhita kembali mendapat tempat penting dalam koleksi ini. Bentuknya diolah melalui teknik berbeda sesuai karakter material, berdampingan dengan ruffles, anyaman, permainan volume, drapery, serta sematan bulu unggas.

Pengalaman Personal

Presentasi koleksi "Adorn" di Jakarta, 23 Oktober 2026, yang menandai kembalinya Andhita Siswandi ke dunia mode setelah vakum enam tahun. (dok. Tim Andhita Siswandi)

Detail konstruksi turut mendapat perhatian melalui teknik penyelesaian jahitan French seam pada setiap busana.  Di balik pertimbangan estetika, terdapat pengalaman personal yang memengaruhi cara Andhita memandang kebutuhan perempuan terhadap pakaian.

Empat kali menjalani kehamilan dan masa pascapersalinan membuatnya memahami perubahan tubuh yang dapat memengaruhi rasa nyaman maupun kepercayaan diri. Pengetahuan tersebut menjadi bekal dalam merancang kemeja dan kaus berkerah, dua kategori yang diunggulkannya karena mudah dipadupadankan serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan perempuan aktif berusia 25 tahun ke atas.

Presentasi "Adorn" juga menghadirkan sisi lain dari perhatian Andhita melalui penjualan terbatas kaus untuk kegiatan sosial. Seluruh keuntungan penjualannya akan disumbangkan pada korban terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Tersedia dalam warna hitam dan putih dengan harga Rp300 ribu, kaus tersebut dapat dibeli saat acara atau melalui tim Andhita Siswandi. 

 

Pesan untuk Buah Hati

Presentasi koleksi "Adorn" di Jakarta, 23 Oktober 2026, yang menandai kembalinya Andhita Siswandi ke dunia mode setelah vakum enam tahun. (dok. Tim Andhita Siswandi)

Di luar rancangan yang kembali diperkenalkannya, Andhita menyimpan pesan personal bagi keempat anaknya. Pengalaman menyeimbangkan keluarga dan pekerjaan menjadi bagian dari cerita yang ingin ia wariskan, bukan sebagai tuntutan bagi setiap perempuan, melainkan sebagai pengingat bahwa pilihan untuk berkarya tetap terbuka.

"Saya ingin menyampaikan pesan untuk anak-anak saya, bahwa bekerja dan berkarya itu akan tetap menjadi sebuah pilihan. Bahkan setelah mereka memiliki anak dan berkeluarga," tutup Andhita.

Bagi Andhita, Adorn menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman hidup dengan bahasa desain yang terus berkembang. Setiap siluet dan detail membawa jejak perjalanannya, sementara kepulangan ke panggung mode membuka kesempatan untuk kembali berbagi gagasan melalui busana.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya