Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah hingga meninggalkan posisi 5.300 pada perdagangan saham Selasa, (27/10/2026). Koreksi IHSG hari ini di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 18.155.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini terpangkas 1,99% menjadi 5.266,13. Indeks saham LQ45 turun 1,69% menjadi 533,02. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Advertisement
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, secara umum, tekanan terhadap IHSG perlu dilihat dari kombinasi sentimen global, arus dana asing, dan meningkatnya persepsi risiko investor terhadap pasar modal domestik. Ketika investor asing melakukan aksi jual secara agresif, tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dapat semakin kuat dan menyeret indeks secara keseluruhan.
“Di sisi lain, ketidakpastian terkait evaluasi MSCI terhadap klasifikasi pasar saham Indonesia serta pembenahan transparansi dan tata kelola pasar modal juga berpotensi mendorong investor mengambil sikap wait and see,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.
Selain itu, Nafan menambahkan, pelemahan rupiah dan ketidakpastian pasar global turut memperbesar tekanan, terutama ketika investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Namun, untuk memastikan sentimen yang paling dominan pada perdagangan hari ini, Nafan menuturkan, hal itu perlu dicermati pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, keluasan koreksi di berbagai sektor, serta data transaksi dan aksi jual investor asing.
“Dengan demikian, pelemahan IHSG tidak serta-merta mencerminkan penurunan fundamental seluruh emiten, tetapi juga dapat menunjukkan tingginya premi risiko dan melemahnya kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik,” kata dia.
Saham Mid-Small Cap Tertekan
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penurunan IHSG, dilihat dari sisi teknikal, dalam jangka pendek koreksi IHSG ini sudah mencapai target koreksi yang disampaikan. Sedangkan sentimen lain, nilai tukar Rupiah masih terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan juga pasar menanti FOMC Meeting.
"Dari pasar sendiri, nampak emiten-emiten mid-small caps terpantau hampir auto rejection bawah/ARB dengan pergerakan emiten bank bigcaps yang mayoritas terkoreksi,”ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 5.418,13 dan terendah 5.182,36. Sebanyak 611 saham melemah sehingga bebani IHSG. 100 saham menguat dan 82 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.910.510 kali dengan volume perdagangan saham 36,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.155.
Sektor Saham
Mayoritas sektor saham melemah kecuali sektor saham industri naik 1,43%. Sementara itu, sektor saham energi tergelincir 3,33%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic merosot 3,32%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,49% dan sektor saham consumer siklikal turun 1,36%.
Lalu sektor saham kesehatan terpangkas melemah 1,5%, sektor saham keuangan tergelincir 1,11%, dan sektor saham properti terperosok 1,55%. Selain itu, sektor saham teknologi tergelincir 3,16%, sektor saham infrastruktur melemah 2,95% dan sektor saham transportasi terpangkas 2,83%.
Harga saham MEDC melemah 2,76% menjadi Rp 1.410 per saham. Harga saham MEDC dibuka stagnan di Rp 1.450 per saham. Saham MEDC berada di level tertinggi Rp 1.475 dan terendah Rp 1.385 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 9.181 kali dengan volume perdagangan saham 704.224 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 99,6 miliar.
Gerak Saham
Harga saham FILM terpangkas 6,53% menjadi Rp 372 per saham. Harga saham FILM dibuka naik dua poin menjadi Rp 400 per saham. Saham FILM berada di level tertinggi Rp 408 dan terendah Rp 372 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.359 kali dengan volume perdagangan saham 120.442 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,7 miliar.
Harga saham TOBA melemah 6,93% menjadi Rp 470 per saham. Saham TOBA dibuka stagnan di Rp 505 per saham. Harga saham TOBA berada di level tertinggi Rp 520 dan terendah Rp 470 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 8.138 kali dengan volume perdagangan saham 535.150 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 26,1 miliar.
Harga saham ICBP melemah 3,77% menjadi Rp 5.750 per saham. Saham ICBP dibuka stagnan di Rp 5.975 per saham. Harga saham ICBP berada di level tertinggi Rp 6.025 dan terendah Rp 5.750 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.219 kali dengan volume perdagangan saham 123.947 saham. Nilai transaksi Rp 72 miliar.