Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka datang dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Direktur Utama (Dirut) PNM periode 2018–2026, Arief Mulyadi, meninggal dunia pada Selasa, 27 Oktober 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi PNM melalui akun instagram resmi @pnm_persero.
“Semoga Almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta di lapangkan kuburnya.”
Advertisement
PNM turut mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan diampuni segala khilafnya. Doa juga disampaikan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini.
Di balik perjalanan panjangnya sebagai pimpinan perusahaan, Arief Mulyadi meniti karier dari posisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia memulai kiprahnya di sektor keuangan melalui perbankan sebelum bergabung dengan PNM pada 1999 sebagai Account Officer (AO) lapangan.
Perjalanan tersebut mengantarkannya menduduki sejumlah jabatan strategis hingga dipercaya menjadi Direktur Utama PNM pada 2018.
Memulai Karier di Sektor Perbankan
Sebelum bergabung dengan PNM, Arief memiliki pengalaman bekerja di sejumlah lembaga penelitian. Ia kemudian berkarier di Bank Nusa International pada periode 1994–1999.
Di bank tersebut, ia mengikuti Executive Development Programme dan melanjutkan karier hingga posisi manajer di Retail Banking & UKM Group.
Pengalaman di sektor perbankan menjadi salah satu bekal sebelum Arief memasuki bidang pembiayaan yang berfokus pada masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
Bergabung dengan PNM sebagai Account Officer
Arief bergabung dengan PNM pada 1999 sebagai Account Officer lapangan. Dalam posisi tersebut, ia bertugas mempromosikan program pembiayaan kepada masyarakat dan berinteraksi langsung dengan calon nasabah.
Pekerjaan itu membuatnya mengenal beragam karakter masyarakat serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha kecil dalam memperoleh akses permodalan.
Arief memandang pengalaman lapangan sebagai bagian penting dalam pembentukan kemampuan profesionalnya. Ia juga menerapkan prinsip untuk memberikan hasil kerja lebih dari target yang ditetapkan.
“Saya mencoba melakukan lebih pada pekerjaan saya. Jika diberi tugas 10, saya kasih 11 atau 12. Tidak sebaliknya,” katanya.
Menapaki Jabatan Strategis di PNM
Setelah menjalani karier di lapangan selama bertahun-tahun, Arief memperoleh sejumlah tanggung jawab yang lebih besar di PNM.
Pada 2013, ia diangkat menjadi Executive Vice President Pengembangan Kapasitas Usaha dan Riset. Pada 2015, ia kembali menempati posisi Executive Vice President.
Perjalanan kariernya berlanjut pada 2017 ketika dipercaya menjadi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha. Pada tahun yang sama, ia berpindah posisi menjadi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.
Jabatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum Arief dipercaya memimpin PNM.
Dipercaya Jadi Direktur Utama selama Dua Periode
Pada 13 Februari 2018, Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno, mengangkat Arief sebagai Direktur Utama PNM untuk periode 2018–2022.
Kepercayaan tersebut berlanjut pada 2022. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham PNM pada 18 April 2022, Menteri BUMN Erick Thohir kembali mengangkat Arief sebagai direktur utama untuk periode berikutnya, yakni 2022–2026.
Selama kepemimpinannya, PNM terus mengembangkan pembiayaan dan pemberdayaan bagi masyarakat, terutama perempuan pelaku usaha ultra mikro melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Program tersebut mencatat perkembangan dengan jumlah nasabah mencapai 15,2 juta orang, sebagaimana disebutkan dalam bahan yang tersedia.
Arief juga mendorong penguatan model pembiayaan kelompok, peningkatan kapasitas tenaga pemasar, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung layanan perusahaan. Sejumlah inisiatif yang disebutkan dalam bahan antara lain Mekaar Digi dan E-Office.
Pada Mei 2026, Arief digantikan oleh Kindaris sebagai Direktur Utama PNM.
Perjalanan Arief dari AO lapangan hingga memimpin PNM selama dua periode menjadi bagian penting dari rekam jejak profesionalnya. Selama berkarier di perusahaan tersebut, ia menjalani berbagai fungsi, mulai dari pelayanan nasabah hingga pengembangan usaha, manajemen risiko, dan kepemimpinan perusahaan.