Liputan6.com, Jakarta - Manchester City akan menjamu Brighton pada putaran keempat Carabao Cup 2026-27 di Etihad Stadium, Kamis (29/10/2026) pukul 02.30 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk bangkit setelah gagal meraih hasil maksimal di Premier League akhir pekan kemarin.
Man City harus mengakui keunggulan Aston Villa dengan skor 1-2. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri catatan sempurna mereka di liga setelah mengawali musim dengan tujuh kemenangan beruntun di bawah asuhan Enzo Maresca.
Advertisement
Brighton juga datang dengan modal kurang meyakinkan setelah kalah 0-2 dari Liverpool. Meski demikian, The Seagulls memiliki potensi merepotkan tuan rumah, terutama setelah mencatatkan kemenangan dramatis atas Manchester United pada putaran sebelumnya.
Man City Perlu Membenahi Pertahanan
Kekalahan dari Aston Villa memperlihatkan sejumlah masalah yang perlu segera diatasi Man City. Mereka kebobolan dua gol yang seharusnya bisa dihindari dan gagal memanfaatkan peluang untuk mempertahankan rekor kemenangan di Premier League.
Persoalan pertahanan juga terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir. The Citizens telah kebobolan sembilan gol dalam empat laga di semua kompetisi dan tidak mampu mencatatkan clean sheet dalam periode tersebut.
Situasi ini menjadi perhatian Maresca menjelang dua pertemuan beruntun melawan Brighton. Selain pertandingan Carabao Cup, kedua tim juga akan kembali bertemu di Premier League tiga hari kemudian.
Meski demikian, Man City tetap memiliki modal kuat di kompetisi ini. Mereka merupakan juara bertahan dan berhasil melewati putaran ketiga dengan kemenangan telak 5-0 atas Norwich City. The Citizens juga telah sembilan kali menjuarai EFL Cup, hanya terpaut satu gelar dari rekor Liverpool.
Brighton Punya Ancaman di Lini Serang
Brighton sempat menunjukkan produktivitas tinggi dengan mencetak sedikitnya tiga gol dalam lima dari enam pertandingan di semua kompetisi. Namun, ketajaman tersebut meredup setelah mereka gagal mencetak gol saat menghadapi FK Baumit Jablonec dan Liverpool.
Ketika bertandang ke Anfield, tim asuhan Fabian Hurzeler menguasai 64 persen penguasaan bola, tetapi hanya mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Kekalahan itu memperlihatkan bahwa dominasi permainan belum tentu berbanding lurus dengan efektivitas serangan.