Ikuti Wall Street, Bursa Saham Asia Hari Ini Melesat

Bursa saham Asia Pasifik menguat pada Selasa, (27/10/2026) mengekor wall street. Indeks Nikkei melambung di atas 1%.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada awal sesi perdagangan saham, Selasa (27/10/2026). Penguatan bursa saham Asia Pasifik ini mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street.

Mengutip CNBC, di Asia, indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 1,7%. Sementara itu, indeks Topix bertambah 0,4%. Indeks Kospi di Korea Selatan melambung 3,8%. Indeks Kosdaq naik 2,9%. Di sisi lain, indeks acuan di Australia yakni ASX 200 melemah 0,32%.

Sementara itu, wall Street mengawali pekan ini dengan catatan yang kuat. Indeks Dow naik 146,42 poin, atau 0,3%. Indeks S&P 500 menguat 0,7%, sementara Nasdaq Composite naik 0,8% seiring dengan kinerja saham sektor teknologi yang melampaui pasar. Sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendapatkan dorongan setelah Anthropic mengajukan rencana penawaran umum perdana (IPO) di Nasdaq. Langkah ini akan menjadi IPO teknologi besar lainnya untuk 2026, menyusul pencatatan saham SpaceX yang fenomenal pada bulan Juni lalu.

Saham Tesla naik lebih dari 5%, sementara Nvidia menguat 2%. Saham Microsoft dan Amazon juga mencatatkan kenaikan pada hari tersebut.

Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan yang dihadapi sektor kecerdasan buatan, di mana para investor khawatir perusahaan-perusahaan di bidang ini meminjam terlalu banyak dana untuk membiayai pengembangan infrastruktur AInya.

Pada Selasa, para pelaku pasar akan mencermati serangkaian laporan laba kuartal ketiga. Coca-Cola, Robinhood, dan Boeing termasuk di antara perusahaan yang dijadwalkan untuk merilis kinerja keuangan mereka. Raksasa teknologi seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon dijadwalkan akan merilis laporan mereka di akhir pekan ini.

 

Sentimen The Fed

Seorang wanita berjalan melewati layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Federal Reserve (The Fed) juga akan memulai pertemuan kebijakan moneter terbarunya. Meskipun bank sentral tersebut diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga, para pelaku pasar akan mencari petunjuk apakah akan ada kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun.

"Jika tidak ada perubahan suku bunga seperti yang diperkirakan tetap menarik untuk melihat bagaimana hasil pemungutan suara di internal The Fed, mengingat adanya perubahan sikap dalam dua pertemuan terakhir," tulis Pakar Strategi Kebijakan di Washington dari Fundstrat., Thomas Block.

"Meskipun The Fed memandang dirinya berada di luar politik partisan, kecil kemungkinan mereka akan mengubah suku bunga tepat satu minggu sebelum pemilihan umum nasional,” ia menambahkan.

Dari sisi ekonomi, para pelaku pasar akan memantau data pesanan barang tahan lama (durable goods orders), data kepercayaan konsumen, serta laporan penjualan rumah baru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya