MU Harus Bayar Pesangon Rp 2,3 Triliun untuk Pecat Pengganti Sir Alex

Usai Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth, Michael Carrick terancam dipecat.

oleh Aning JatiDiterbitkan 26 Oktober 2026, 19:26 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, tampak memperhatikan situasi usai pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United berpotensi kembali merogoh kocek besar untuk urusan pemecatan manajer. Menurut Sportbible, jika masa tugas Michael Carrick diputus lebih awal, kompensasi yang harus dibayar klub diperkirakan mencapai 11,875 juta poundsterling (sekitar Rp 287,7 miliar).

Tekanan terhadap Carrick meningkat usai kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford pada Minggu malam. Keputusan mencadangkan Bruno Fernandes turut menuai sorotan, dengan pengamat Sky Sports Jamie Carragher menilai sang manajer seolah ingin dipecat.

Jika skenario pemecatan terjadi, Carrick akan menjadi pelatih kedelapan yang diberhentikan Manchester United sejak Sir Alex Ferguson mundur pada 2013. Rangkaian pergantian itu, termasuk estimasi kompensasi untuk Carrick, disebut menelan sekitar 97 juta poundsterling (Rp 2,3 triliun).


Moyes Hingga Mourinho

Pelatih MU, Jose Mourinho berbincang dengan striker Romelu Lukaku saat sesi latihan di dekat Carrington, Inggris (12/3). MU akan melawan wakil Spanyol Sevilla di leg kedua 16 besar Liga Champions di Old Trafford. (AFP Photo/Oli Scarff)

Jose Mourinho menjadi manajer dengan nilai pesangon terbesar di era pasca-Ferguson. Manchester United mengeluarkan 19,6 juta poundsterling (Rp 474,9 miliar) saat memutus masa jabatannya, hanya lima bulan setelah ia menandatangani perpanjangan kontrak. Padahal, pelatih asal Portugal tersebut sebelumnya mempersembahkan trofi Liga Europa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield.

David Moyes adalah pelatih pertama yang diberhentikan setelah Ferguson. Masa tugasnya berakhir kurang dari setahun, dengan kekalahan telak dari Everton—mantan klubnya—menjadi salah satu penanda kemerosotan performa tim. Karena masih memiliki sisa kontrak empat tahun, Moyes menerima kompensasi 5,2 juta poundsterling (Rp 125,9 miliar).

Louis van Gaal menyusul setelah dua tahun menangani tim. Meski menutup periode kerjanya dengan gelar Piala FA, kegagalan lolos ke Liga Champions membuat posisinya tidak bertahan. Dua hari setelah final Piala FA, MU berpisah dengannya dan membayar kompensasi 8,4 juta poundsterling (Rp 203,5 miliar).


Solskjaer Hingga Ten Hag

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag memberi instruksi kepada pemainnya saat menghadapi Manchester City pada laga Community Shield 2024 di Wembley Stadium, London, Sabtu (10/8/2024). (AP Photo/David Cliff)

Ole Gunnar Solskjaer mendapat kontrak baru pada Juli 2021 setelah memimpin sejak 2018. Namun rentetan kekalahan telak dan masalah di ruang ganti membuat masa kerjanya berakhir hanya empat bulan setelah perpanjangan kontrak. Pemecatan Solskjaer menelan biaya sekitar 10 juta poundsterling (Rp 242,2 miliar).

Ralf Rangnick kemudian ditunjuk, tetapi gagal mengangkat performa tim. Ia semula dijadwalkan beralih ke peran konsultan usai tugas manajer berakhir. Rencana itu dibatalkan dan MU mengizinkannya melatih Timnas Austria, keputusan yang membuat klub menganggarkan sekitar 15 juta poundsterling (Rp 363,4 miliar).

Lanjut Baca:

Erik ten Hag menjadi nama berikutnya yang berpisah dengan Old Trafford. Ia dipecat pada Oktober 2024 saat MU berada di posisi ke-14 klasemen Premier League. Walau menghadirkan dua trofi, performa dinilai belum memenuhi harapan. Dengan kontrak yang sempat diperpanjang hingga 2026, kompensasi pemutusannya diperkirakan 17 juta poundsterling (Rp 411,8 miliar).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya