Elnusa dan Pertamina Rokan Petakan Potensi Migas di Lampung dan Sumsel

Survei Seismik 2D Gerbera mencakup lintasan sepanjang 688,5 kilometer dengan sekitar 11.600 titik sumber energi seismik (shotpoint).

oleh NurmayantiDiterbitkan 26 Oktober 2026, 18:06 WIB
Perwira Elnusa melakukan pengukuran dan pemetaan lapangan sebagai bagian dari persiapan teknis Survei Seismik 2D Gerbera guna mendukung akurasi akuisisi data seismik di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan. Dok Elnusa

Liputan6.com, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) bersama Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Sumatra (PHR Regional 1) memulai pelaksanaan Survei Seismik 2D Gerbera di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pertamina memperkuat eksplorasi migas melalui pembaruan data geofisika bawah permukaan guna mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi sumber daya migas domestik.

Dengan lintasan survei sepanjang 688,5 kilometer, Gerbera menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat landasan teknis bagi penentuan tahapan eksplorasi selanjutnya sekaligus mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PHR Regional 1 Sumatra, Muhamad Arifin, menyampaikan bahwa penguatan kegiatan eksplorasi merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan energi dalam jangka panjang.

Menurutnya, eksplorasi membutuhkan perencanaan yang matang, dukungan data yang memadai, serta kolaborasi berbagai pihak agar potensi sumber daya migas dapat dievaluasi secara lebih terukur.

Ketahanan energi nasional, lanjut Arifin, tidak hanya ditentukan kemampuan dalam menjaga produksi lapangan yang sudah beroperasi. Namun juga konsistensi dalam mencari dan mengevaluasi potensi sumber daya baru. Melalui survei Seismik 2d Gerbera, diharapkan memperkuat pemahaman terhadap kondisi geologi bawah permukaan di area Lampung dan Sumatra Selatan.

Survei Seismik 2D Gerbera mencakup lintasan sepanjang 688,5 kilometer dengan sekitar 11.600 titik sumber energi seismik (shotpoint). Lingkup pekerjaan meliputi survei topografi, pemboran dan pengisian sumber energi seismik, perekaman, serta pengolahan data. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, tim eksplorasi akan memperoleh gambaran struktur geologi bawah permukaan yang lebih terperinci sebagai bahan evaluasi potensi migas di wilayah survei.

Kegiatan ini memiliki arti strategis karena pengembangan potensi migas di wilayah tersebut membutuhkan dukungan data bawah permukaan yang memadai. Survei Gerbera menjadi bagian dari upaya memperbarui dan memperdalam informasi geologi yang tersedia, sehingga evaluasi terhadap potensi sumber daya dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Meski demikian, hasil survei seismik merupakan salah satu tahapan awal dalam proses eksplorasi dan belum dengan sendirinya membuktikan keberadaan cadangan migas yang dapat diproduksikan secara komersial. Hasil interpretasi data nantinya akan menjadi dasar untuk mengevaluasi prospek dan menentukan kebutuhan kegiatan lanjutan, termasuk kemungkinan pemboran eksplorasi.

 

Kompetensi geosains, teknologi, inovasi

Perwira Elnusa melakukan pengukuran dan pemetaan lapangan sebagai bagian dari persiapan teknis Survei Seismik 2D Gerbera guna mendukung akurasi akuisisi data seismik di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan. Dok Elnusa

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Elnusa Tbk, Litta Ariesca, menyampaikan bahwa Survei Seismik 2D Gerbera mencerminkan pemanfaatan kapabilitas geoscience dan layanan energi terintegrasi dalam mendukung kegiatan eksplorasi nasional.

“Survei Gerbera membuktikan bahwa kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan Subholding Upstream mampu menjawab kebutuhan eksplorasi nasional. Bagi Elnusa, proyek ini menegaskan bahwa kompetensi geosains, teknologi, inovasi, dan pengalaman operasional kami berperan nyata dalam mendukung kualitas eksplorasi serta produktivitas bisnis. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan eksekusi kerja yang andal melalui kolaborasi lintas sektor yang solid.,” ujar Litta.

Elnusa dan PHR Regional 1 mengedepankan kualitas akuisisi dan pengolahan data, keandalan operasional, serta penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) pada setiap tahapan pekerjaan. Dengan lintasan survei yang melintasi wilayah dengan karakter geografis, penggunaan lahan, dan aktivitas masyarakat yang beragam, koordinasi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman terhadap potensi sumber daya migas di Lampung sekaligus membuka peluang bagi pengembangan sektor energi di masa mendatang.

“Bagi kami, pengembangan potensi energi perlu dilakukan secara terencana, dengan tetap memperhatikan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta kepentingan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi Lampung dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Rahmat.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya