Edwin Soeryadjaya Beli 711.900 Saham SRTG

Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) Edwin Soeryadjaya kembali membeli saham SRTG pada akhir Oktober 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Oktober 2026, 17:39 WIB
Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), Edwin Soeryadjaya kembali membeli saham SRTG pada 22-23 Oktober 2026. Aksi beli saham SRTG ini dilakukan untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin,(26/10/2026), Presiden Komisaris Saratoga Investama Sedaya, Edwin Soeryadjaya membeli saham SRTG dalam dua kali transaksi. Pertama, Edwin Soeryadjaya membeli 312.300 saham SRTG dengan harga Rp 1.668 per saham pada 22 Oktober 2026. Nilai pembelian saham SRTG itu mencapai Rp 520,91 juta.

Kedua, ia membeli 399.600 saham SRTG dengan harga Rp 1.676 per saham pada 23 Oktober 2026. Nilai pembelian saham SRTG mencapai Rp 669,72 juta. Dengan demikian, total pembelian saham SRTG mencapai 711.900 saham dengan nilai Rp 1,19 miliar.

"Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti mengutip keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi BEI disebutkan, Edwin Soeryadjaya sebagai pengendali, dan akan mempertahankan pengendalia.

Kini Edwin Soeryadjaya memiliki 36,0698% atau 4.892.813.190 saham SRTG. Sebelumnya, ia memiliki 4.892.101.290 atau 36,0646% saham SRTG.

Berdasarkan data RTI, harga saham SRTG ditutup stagnan di Rp 1.670 per saham. Harga saham SRTG berada di level tertinggi Rp 1.695 dan terendah Rp 1.640 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.055 kali dengan volume perdagangan saham 30.893 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,2 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,22% menjadi 5.373,09. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,89% menjadi 542,15. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.453,64 dan level terendah 5.349,75. Sebanyak 520 saham melemah sehingga bebani IHSG. 161 saham menguat dan 112 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.807.258 kali dengan volume perdagangan saham 37 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15 triliun.

Emiten SRTG Bakal Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri

Tampak dalam foto, pengunjung berfoto di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Sebelumnya, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan menjual saham hasil pembelian kembali saham atau saham treasuri 2020 milai 18 Agustus 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (4/8/2026), perseroan telah merampungkan pelaksanaan pembelian kembali atau buyback saham pada 2020 yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2020. Jumlah keseluruhan saham yang telah dibeli kembali sebesar 17.579.300 saham.

“Sampai dengan tanggal keterbukaan informasi ini, perseroan masih memiliki 4.876.200 saham hasil pembelian kembali yang belum dialihkan (saham treasuri 2020),” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Seiring diatur dalam Pasal 49 POJK Nomor 29/2023, pembelian kembali saham yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebelum berlakunya POJK Nomor 29/2023 tetap mengikuti ketentuan dalam POJK Nomor 30/2017.

Seiring hal itu, perseroan akan menjual 4.876.200 saham treasuri 2020 melalui BEI. Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melaksanakan penjualan saham treasuri 202. Adapun pelaksanaan penjualan saham treasuri 2020 akan dimulai pada 18 Agustus 2026.

“Harga pengalihan saham treasuri 2020 akan mengacu pada pasal 20 huruf (a) POJK Nomor 30/2017,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya