Tatler Impact Awards 2026 Apresiasi Kiprah Irwan Hidayat Bawa Jamu Indonesia ke Panggung Dunia

Dirut Sido Muncul Irwan Hidayat meraih Tatler Impact Awards 2026 kategori Business, sejalan dengan upaya memperkenalkan jamu Indonesia ke panggung dunia.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 26 Oktober 2026, 16:30 WIB
Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menerima penghargaan Tatler Impact Awards 2026. (Gilar Ramdhani/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menerima Tatler Impact Awards 2026 kategori Business dari Tatler Indonesia. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas rekam jejak kepemimpinannya dalam menjaga keberlanjutan bisnis, mengembangkan industri herbal Indonesia, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Tatler Impact Awards merupakan penghargaan tahunan dari Tatler Indonesia bagi tokoh inspiratif yang memanfaatkan pengaruhnya untuk mendorong perubahan nyata bagi industri dan masyarakat. Tahun ini, penghargaan tersebut mencakup empat kategori, yakni Culture, Business, Innovation, dan Social Impact.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Executive Managing Director Indonesia–Malaysia Tatler Asia, Gerrie Beh kepada Irwan Hidayat dalam acara Tatler Ball Indonesia di The Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.

Bagi Irwan Hidayat, perjalanan bersama Sido Muncul tidak hanya berkaitan dengan bisnis, tetapi juga sejarah keluarga dan keterikatan moral yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Di tengah perjalanan tersebut, ia ingin memastikan produk jamu Indonesia semakin dipercaya, termasuk melalui penelitian ilmiah dan akses informasi yang lebih luas.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tatler Indonesia yang telah memberikan penghargaan kepada saya. Tahun ini adalah tahun ke-58 saya bekerja di Sido Muncul. Tapi jauh sebelum itu, saya punya keterikatan moral. Saya dilahirkan tahun 1947. Karena sakit-sakitan, saya diasuh oleh nenek saya. Maka itu, logonya (Sido Muncul) foto saya bersama nenek ketika saya berumur empat tahun. Jadi, bisnis ini adalah bisnis yang punya sejarah dan keterikatan moral buat saya,” kata Irwan Hidayat.

Ia memandang penghargaan tersebut sebagai apresiasi terhadap perjalanan Sido Muncul mengembangkan jamu menjadi produk yang dikenal lebih luas. Menurut Irwan, kontribusi perusahaan tidak hanya terlihat dari perkembangan bisnis, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Buat saya, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas bisnis yang berhasil mengubah nilai, dari jamu menjadi perusahaan dengan produk-produk yang mendunia dan diterima di seluruh dunia,” ujar Irwan.

Mengembangkan Jamu dengan Pendekatan Ilmiah

Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat memberikan sambutan usai menerima penghargaan Tatler Impact Awards 2026. (Gilar Ramdhani/Liputan6.com)

Salah satu prinsip yang terus dipegang Irwan adalah menghasilkan produk jamu yang dapat dipercaya konsumen, termasuk di pasar internasional. Untuk mewujudkannya, dalam pengembangan produk perlu didukung penelitian, bukan hanya mengandalkan tradisi atau pengalaman turun-temurun.

Irwan menjelaskan, tantangan dalam mengembangkan produk herbal adalah membuktikan keamanan dan khasiatnya melalui pendekatan ilmiah. Karena itu, Sido Muncul mengembangkan fasilitas produksi obat herbal dan melakukan berbagai penelitian melalui laboratorium farmakologi.

“Kalau ingin membuat produk jamu, tantangannya cukup besar. Pertama, karena ini obat herbal, produk harus berbasis ilmiah supaya kemanjuran dan keamanannya bisa dibuktikan. Itu yang kami lakukan,” kata Irwan.

Selain penelitian, perusahaan berupaya menerapkan standardisasi produk dan fasilitas produksi yang memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP), serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Bagi Irwan, penelitian berperan penting untuk memastikan klaim produk sejalan dengan hasil pengujian. Ia menekankan bahwa pengembangan produk harus didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Untuk mencari bukti agar klaim produk sesuai dengan hasil penelitian. Kalau klaimnya A, hasilnya juga harus menunjukkan A,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan terhadap jamu. Produk herbal tidak hanya dikenal sebagai warisan tradisional, tetapi juga dikembangkan dengan memperhatikan bukti ilmiah dan standar produksi.

Irwan juga menilai inovasi perlu terus dilakukan agar perusahaan tidak berhenti pada cara-cara yang sudah ada. Namun, terobosan tersebut tetap harus berjalan sesuai ketentuan.

“Saya berpegang pada prinsip bahwa kalau tidak melakukan terobosan, saya hanya akan menjadi pengikut,” kata Irwan.

Sido Herbalpedia Buka Akses Informasi tentang Tanaman Herbal

Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat meraih penghargaan Tatler Impact Awards 2026. (Gilar Ramdhani/Liputan6.com)

Selain mengembangkan produk, Irwan menyoroti pentingnya akses terhadap informasi ilmiah mengenai tanaman herbal. Salah satu upaya yang dilakukan Sido Muncul adalah menghadirkan Sido Herbalpedia, platform yang ditujukan bagi masyarakat umum, pelaku usaha jamu terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kalangan kedokteran.

Bagi masyarakat, platform ini diharapkan dapat mempermudah akses terhadap informasi mengenai tanaman herbal dan penelitian yang tersedia. Sementara bagi pelaku UMKM, literatur tersebut dapat menjadi referensi untuk ikut berkontribusi memanfaatkan tanaman herbal, serta memahami bahan yang akan digunakan dalam produk mereka.

Irwan mencontohkan pengusaha kecil yang memproduksi jamu berbahan temulawak. Akses terhadap informasi penelitian dapat membantu mereka memahami pengetahuan ilmiah mengenai bahan tersebut dan memperoleh referensi untuk mengembangkan usahanya.

“Target kedua adalah para pengusaha jamu, terutama usaha kecil,” ujarnya.

Kelompok ketiga yang menjadi sasaran Sido Herbalpedia adalah kalangan kedokteran. Melalui literatur yang dirangkum, tenaga medis diharapkan dapat mengakses informasi mengenai penelitian dan pemanfaatan tanaman herbal.

“Jadi, ada tiga sasaran Sido Herbalpedia. Pertama, masyarakat agar bisa memahami dan memanfaatkan obat herbal berdasarkan informasi ilmiah. Kedua, pengusaha jamu agar UKM bisa berkembang dan lebih percaya diri. Ketiga, dunia kedokteran agar memahami hasil penelitian dan literatur ilmiah mengenai herbal,” kata Irwan.

Bagi Irwan, upaya mengembangkan produk dan memperluas akses informasi merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus membuka peluang bagi industri herbal Indonesia.

Keberlanjutan Bisnis dan Dampak Sosial Jadi Pertimbangan Tatler Indonesia

Para penerima penghargaan Tatler Impact Awards 2026. (Gilar Ramdhani/Liputan6.com)

Leadership Editor Tatler Indonesia Adeste Adipriyanti menjelaskan, Tatler Impact Awards merupakan bagian dari inisiatif Tatler Most Influential yang telah berjalan sejak 2021. Program tersebut mengangkat tokoh dari berbagai bidang yang dinilai memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.

Pemilihan penerima penghargaan tidak hanya berfokus pada keuntungan perusahaan. Tatler Indonesia juga mempertimbangkan rekam jejak bisnis, keberlanjutan dalam jangka panjang, serta pengaruh dan komitmen terhadap masyarakat.

“Jadi, bukan semata-mata soal keuntungan. Kalau yang ditanya siapa yang paling untung tahun ini, bukan itu. Itu bukan semata-mata menjadi ukuran tunggal,” ujar Adeste.

Menurutnya, Sido Muncul memperoleh penilaian tinggi berdasarkan tiga pertimbangan tersebut. Penilaian juga mencakup sosok pemimpin di balik perusahaan, sehingga perjalanan Irwan Hidayat dalam mengembangkan bisnis menjadi bagian dari pertimbangan.

“Dari tiga kriteria itu, Sido Muncul punya nilai paling tinggi,” kata Adeste.

Ia menambahkan, keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh lamanya perusahaan berdiri, tetapi juga kemampuannya menjaga kelangsungan usaha melalui berbagai strategi, termasuk diversifikasi.

Sido Muncul Bawa Jamu ke Pasar Global

Leadership Editor Tatler Indonesia Adeste Adipriyanti. (Gilar Ramdhani/Liputan6.com)

Adeste juga menyoroti kemampuan Sido Muncul memperluas penerimaan jamu di tengah masyarakat. Salah satu contohnya adalah Tolak Angin, produk yang dikenal luas dan dikonsumsi oleh berbagai kalangan.

“Kalau ditanya orang, siapa sih yang enggak tahu Tolak Angin? Orang batuk-batuk, masuk angin, bukan kerokan lagi, tapi sudah minum Tolak Angin belum?” ujar Adeste.

Menurutnya, Sido Muncul berhasil membawa produk yang lekat dengan citra tradisional agar diterima oleh konsumen dari latar belakang yang beragam.

“Sido Muncul berhasil membuat Tolak Angin diterima oleh semua kalangan,” tambahnya.

Jangkauan produk juga meluas hingga ke luar negeri. Adeste menyebut Tolak Angin dapat ditemukan di sejumlah negara, termasuk Inggris dan Australia, melalui toko yang menjual produk kebutuhan masyarakat Asia.

“Kalau kita ke London, ke Australia, jual juga. Kalau lupa bawa, bisa ditemukan di Asian grocery,” tuturnya.

Bagi Tatler Indonesia, perjalanan Sido Muncul menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis tidak cukup diukur dari usia perusahaan atau keuntungan semata. Kemampuan beradaptasi, memperluas jangkauan produk, dan memberikan dampak bagi masyarakat turut menjadi pertimbangan dalam menilai kepemimpinan bisnis.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya