Liputan6.com, Jakarta - Musisi Jack Antonoff terus terang soal bagaimana rasanya menyanyikan lagu-lagu cinta yang ia tulis untuk mantan kekasihnya, Margaret Qualley, saat sedang tur bersama Bleachers. Ini menjadi pertama kalinya vokalis tersebut membahas perpisahannya dengan aktris The Substance tersebut.
Diberitakan oleh People pada Minggu (25/10/2026), produser berusia 42 tahun itu mengatakan bahwa sempat terlintas di kepalanya untuk mengubah daftar lagu dalam turnya, namun ia memutuskan untuk menunjukkan bagaimana perasaan ia yang sesungguhnya kepada para penggemar.
Advertisement
“Lagu-lagu yang saya tulis baru-baru ini, saya jelas khawatir tentang hal spesifik ini,” jelasnya saat berbicara dengan The Guardian. “Saya merenung lama dan berpikir, ‘Jika saya mengubah daftar lagu…’ dan dalam hati saya ada suara yang mengatakan, ‘Tidak, ini kesepakatannya. Kesepakatan yang telah saya buat dengan penonton saya adalah bahwa saya akan memberitahu Anda dengan jujur bagaimana perasaan saya dan saya akan mengambil risiko kapan saja harus mempertahankannya selamanya'.”
Pemenang Grammy itu juga mengatakan bahwa membawakan lagu-lagu mengenai hubungannya dengan aktris berusia 32 tahun tersebut secara tak terduga terasa begitu indah.
“Ini sungguh indah,” kata Jack. “Maksud saya, bagi orang-orang yang datang untuk mengetahui apa makna dari lagu yang saya tulis, untuk mengetahui bagaimana perasaan saya sekarang, untuk mengetahui apa arti lagu itu bagi penonton, untuk merangkul semuanya dan merayakannya.”
Tidak Ingin Menulis Ulang Masa Lalu
Terlepas bagaimana yang dirasakannya, ia mengatakan bahwa dirinya memutuskan untuk membawakan lagu-lagu tersebut agar tidak menulis ulang masa lalu dan memilih untuk menjalaninya di depan umum tanpa menghindarinya.
“Saya tidak menulis ulang masa lalu, saya tidak malu dengan hal-hal yang telah saya katakan,” katanya. “Hidup saya telah didedikasikan untuk membuat saya tidak mungkin menulis ulang masa lalu, karena saya berdiri di sana, bernyanyi tentang bagaimana perasaan saya selama masa-masa indah, jadi ketika masa-masa sulit datang, saya tidak melihat diri saya di cermin dan berpura-pura bahwa masa-masa itu tidak pernah ada.”
“Saya lebih memilih menjalani sesuatu di depan umum daripada menghindarinya secara pribadi,” tambah sang musisi kelahiran Amerika Serikat itu.