Liputan6.com, Jakarta - Tren olahraga urban terus berkembang seiring dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang terus mencari cara untuk tetap aktif di tengah rutinitas. Aktivitas fisik tidak lagi terbatas pada latihan mandiri di pusat kebugaran. Ruang publik dan kelas berkelompok juga menjadi bagian dari pilihan warga kota. Perubahan ini membuat olahraga dapat dijalani dengan suasana yang lebih beragam, sesuai minat dan kesempatan masing-masing.
Melansir National Geographic, Senin (26/10/2026), lari bersama dapat memberi manfaat sosial selain mendukung kebugaran. Kegiatan ini mempertemukan orang dengan minat serupa dan membuka kesempatan untuk membangun hubungan di luar lingkungan kerja atau pertemanan sehari-hari.
Advertisement
Media sosial dan aplikasi kebugaran juga membantu orang menemukan kelompok, mengetahui jadwal, serta mengenali kegiatan yang tersedia.
Di Jakarta, gaya hidup perkotaan membuat waktu luang menjadi pertimbangan saat memilih aktivitas fisik. Ada yang menyisihkan waktu sebelum atau setelah bekerja, sementara lainnya menjadikan akhir pekan sebagai kesempatan untuk berolahraga. Pilihan lokasi dan format kegiatan pun beragam, mulai dari studio kebugaran hingga ruang terbuka.
Olahraga urban akhirnya tidak terikat pada satu bentuk atau tempat. Perkembangannya terlihat dari beragam cara masyarakat memasukkan gerak ke dalam keseharian, baik melalui kelas terjadwal maupun aktivitas di luar ruangan. Tren ini mencerminkan pilihan gaya hidup yang terus berkembang di tengah dinamika kota. Pilihan tersebut juga memperlihatkan perubahan cara warga memaknai waktu luang.
Pound Fit, Olahraga dengan Iringan Musik
Pound Fit memadukan gerakan kardio yang melatih tubuh dengan aktivitas menabuh stik mengikuti irama musik. Peserta menggunakan stik ringan khusus bernama Ripstix, lalu menggerakkannya mengikuti koreografi. Perpaduan ini membuat latihan terasa seperti gabungan olahraga dan permainan musik.
Konsep Pound dikembangkan Christina Peerenboom dan Kirsten Potenza, yang memiliki latar belakang sebagai pemain drum. Mereka merancang kelas kelompok yang menggabungkan musik dan gerakan fisik. Peserta tidak harus memiliki pengalaman bermain drum karena latihan berfokus pada mengikuti instruksi serta menjaga ritme.
Dalam satu sesi, gerakan seperti squat dan lunge dipadukan dengan pukulan stik mengikuti musik. Rangkaian ini melibatkan koordinasi tubuh sekaligus menjaga latihan tetap dinamis. Pound Fit dapat menarik bagi orang yang menyukai musik dan ingin mencoba kelas kebugaran dengan format berbeda.
Ketika Lari Menjadi Aktivitas Sosial
Hal serupa juga terjadi dalam dunia olahraga lari. Lari bersama komunitas memberi pengalaman berbeda dari berlari sendirian. Peserta dapat memilih kelompok berdasarkan kecepatan sehingga pelari pemula tidak harus menyamai ritme orang yang lebih berpengalaman. Pembagian kelompok juga membantu peserta menemukan sesi yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Menjaga tempo nyaman menjadi salah satu hal penting saat berlari. Kecepatan yang masih memungkinkan seseorang berbicara dalam kalimat lengkap membantu mengatur intensitas latihan. Lari berintensitas rendah hingga sedang yang dilakukan secara teratur dapat mendukung pembangunan daya tahan, sementara peningkatan jarak dan kecepatan sebaiknya dilakukan bertahap.
Daya tarik lari komunitas juga terletak pada interaksi antarpeserta. Obrolan ringan selama berlari dapat membuat percakapan terasa lebih alami, sedangkan pertemuan rutin membuka peluang untuk mengenal orang baru. Bagi calon anggota, informasi tentang kelompok kecepatan, rute, dan aturan kegiatan membantu mereka memilih komunitas yang cocok.
Pilihan Olahraga Sesuai Gaya Hidup
Di Jakarta, pilihan olahraga kerap dipengaruhi oleh selera dan gaya hidup. Ada yang tertarik pada kelas Pound Fit karena menyukai musik dan suasana latihan terarah, sementara lainnya memilih lari komunitas untuk beraktivitas di luar ruangan. Keduanya memberi pengalaman berbeda, sehingga orang dapat menentukan kegiatan berdasarkan hal yang paling mereka nikmati.
Akses ke studio, lokasi lari, biaya kelas, dan jadwal kegiatan juga menjadi pertimbangan. Bagi sebagian orang, kelas dengan waktu tetap lebih mudah dimasukkan ke agenda mingguan. Sebagian lainnya memilih aktivitas yang dapat dilakukan bersama teman atau disesuaikan dengan waktu luang.
Preferensi tersebut menunjukkan bahwa tren olahraga urban tidak mengarah pada satu pilihan yang sama. Ada yang mencari suasana ramai, arahan instruktur, kebebasan menentukan tempo, atau kesempatan beraktivitas bersama orang lain. Keragaman pilihan membuat olahraga lebih mudah disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari.