Kampung SBY Ultah, Kirab Kereta Kencana Digelar

Hujan yang mengguyur Pacitan di Rabu 19 Februari kemarin tak menyurutkan antusias warga untuk turut menyaksikan Ulang Tahun Pacitan ke-269.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Februari 2014, 10:11 WIB
Citizen6, Pacitan: Hujan yang mengguyur Pacitan, kampung presiden Susilo bambang Yudhoyonoi Rabu 19 Fabruari 2014 pagi kemarin tak menyurutkan antusias warga untuk turut menyaksikan puncak acara peringatan Ulang Tahun Pacitan ke-269 yang dipusatkan di Alun-alun Kabupaten. Warga memadati alun-alun dan sepanjang jalan yang akan dilalui untuk kirab kereta kencana yang membawa Kanjeng Bupati dan jajaran Muspida Kabupaten Pacitan.

Di alun-alun Pacitan yang merupakan pusat perayaan telah memulai pentas tari sebelum acara kirab dimulai. Beberapa tari yang ditampilkan merupakan karya dan persembahan dari beberapa kecamatan yang tersebar di seluruh penjuru kabupaten.

Tari yang tampil di pra acara inti ini ada Tari Remo yang menggambarkan watak kesatria, Tari Sol yang tampil begitu ceria, serta Tari Monel yang merupakan persembahan dari Kecamatan Punung.

Selanjutnya, kirab kereta kencana yang membawa Kanjeng Bupati beserta rombongan dari perempatan Penceng tiba di Alun-alun Kabupaten. Setelah menempati panggung kehormatan, Kanjeng Bupati mulai memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, ia memberikan semangat pada putra-putri Pacitan untuk terus berkarya di bidang masing-masing.

Sajian utama dalam Puncak Peringatan Ulang Tahun Pacitan dimulai dengan penampilan fragmen yang menceritakan sejarah terbentuknya Pacitan pada masa pemerintahan Pangeran Mangkubumi. Fragmen ini dibawakan apik oleh putra-putri Pacitan yang sedang menimba ilmu di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Dalam fragmen ini diceritakan khasiat "rucuh pace" yang menjadi salah satu rahasia agar tetap bugar.

Setelah sajian fragmen, Tari Klonthong Jengglur makin menyemarakkan suasana. Seratus penari dengan berbagai properti melenggak-lenggok diiringi oleh 50 pengrawit yang diketuai Bapak M  Kasim. 100 penari ini seluruhnya berasal dari tlatah Lorok dengan Bapak Edi Suwito sebagai ketua rombongan.

Tari yang menceritakan alam Pacitan yang begitu asri dengan solah-tingkah masyarakatnya yang ceria ini rencananya bakal tampil di Istana Negara Agustus mendatang dengan 300 penari dan 100 pengrawit.

"Ini merupakan gambaran Pacitan secara utuh. Maka properti kami buat kaya dengan sarung, besek, daun pisang dan umbul-umbul,"  tutur Edi Suwito. (mar)

Penulis
Priyambodo Priyambodo
Pacitan, priyambodobxxx@gmail.com

Baca juga:
Panen Perdana, Udang Busmetik Pacitan Capai 5 Ton
Curah Hujan Tinggi, Talud SD di Pacitan Alami Longsor
Pelangi Di Kampung Pak SBY, Pantai Klayar Pacitan

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya