Wamen Stella Christie Minta Kampus Identifikasi Kebutuhan Mahasiswa Disabilitas

Akses yang mudah sesuai kebutuhan penyandang disabilitas bisa membuat kampus maju bersama.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 Oktober 2026, 17:30 WIB
Prof. Stella Christie,Wakil Mentor Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia [Dok/L’Oréal]

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong perguruan tinggi melakukan asesmen kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas agar kampus lebih inklusif dan mereka dapat berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

"Kesempatan dan akses bagi penyandang disabilitas bukanlah kebutuhan penyandang disabilitas semata. Dunia juga membutuhkan akses tersebut agar potensi dan pemikiran mereka dapat berkembang," kata Stella mengutip Antara.

Stella mencontohkan ilmuwan Stephen Hawking yang tetap menghasilkan karya ilmiah penting meskipun menghadapi disabilitas.

Menurut Stella, dukungan aksesibilitas memungkinkan potensi individu berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurunya Cambridge University, Inggris punya peran dalam memberikan dukungan akses terhadap kebutuhan dosen dan peneliti dengan kondisi seperti Stephen Hawking. 

"Jika Cambridge University tidak menyediakan fasilitas yang diperlukan Stephen Hawking, dunia bisa kehilangan pemikiran penting tentang alam semesta. Karena itu, aksesibilitas merupakan investasi bagi kemajuan ilmu pengetahuan," tutur Stella. 

Identifikasi Hambatan Penyandang Disabilitas

Dia juga menekankan bahwa perguruan tinggi perlu melakukan asesmen untuk mengidentifikasi hambatan dan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Pemetaan yang terukur akan membantu institusi menentukan prioritas serta dukungan yang diperlukan.

Ia berharap, informasi kampus tidak hanya disampaikan melalui suara, tetapi juga tulisan dan bentuk komunikasi lainnya.

"Permasalahan dan kebutuhan penyandang disabilitas perlu dikuantifikasikan. Jika kebutuhannya dirumuskan secara tepat, akan lebih mudah menentukan dukungan nyata yang diperlukan," tuturnya.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya