Pemuda Mabuk Diduga Jadi Biang Kerok Kebakaran Toko di Suryakencana Bogor

Beredar kabar pemuda mabuk menjadi penyebab kebakaran yang melanda tiga toko di Jalan Suryakencana, Bogor, beberapa waktu lalu.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 26 Oktober 2026, 10:50 WIB
Kebakaran melanda tiga toko di Jalan Suryakencana, Bogor. (Liputan6.com/ Dok Istimewa)

Liputan6.com, Bogor - Beredar kabar pemuda mabuk menjadi penyebab kebakaran yang melanda tiga toko di Jalan Suryakencana, Bogor, Minggu dini hari (25/10/2026) lalu. Terkait kabar itu, Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Agus Kukyt Pramos mengaku masih melakukan penyelidikan.

"Masi didalami, butuh waktu untuk proses penyelidikannya," ujar Agus, Senin (26/10/2026).

Polsek Bogor Tengah bersama Polresta Bogor telah meminta keterangan sejumlah saksi terkait kebakaran di Jalan Suryakencana. Pengumpulan bukti lainnya turut dilakukan dengan memeriksa sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

"Masih proses penyelidikan Reskrim, semua baket dan petunjuk dilakukan untuk penyelidikan Satreskrim Polresta," jelas Agus.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bogor menurunkan 15 unit mobil kebakaran untuk melakukan pemadaman selama tujuh jam. Selain itu, Jalan Suryakencana sempat dilakukan penutupan selama dua jam guna memulihkan dan membersihkan area di sekitar lokasi kebakaran.

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim sempat merespon adanya kabar diduga tawuran pemuda mejadi penyebab kebakaran. Namun, dugaan sementara disebabkan adanya korsleting listrik hingga menimbulkan percikan api yang menyebabkan kebakaran.

"Sejauh ini kami tidak melihat ke arah sana (pemuda tawuran). Saya sudah menanyakan beberapa saksi, kondisinya kemungkinan besar disebabkan korsleting listrik dan adanya sepeda listrik baterai," ungkap Dedie.

Sebelumnya, Dedie telah turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Suryakencana. Dedie mengaku prihatin atas peristiwa yang menyebabkan sejumlah ruko hangus terbakar tersebut.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah instalasi kabel listrik yang sudah tua dan kurang terawat, sehingga menyebabkan korsleting listrik," ujar Dedie saat melihat langsung lokasi kebakaran, Minggu (25/10/2026).

Dedie menjelaskan, korsleting listrik menimbulkan percikan api yang kemudian memicu kebakaran. Api yang membesar menghanguskan sejumlah barang yang mudah terbakar di dalam ruko, seperti alat tulis dan mainan plastik.

"Dari toko sepeda awal kebakaran, diduga ada sepeda istrik yang berisi baterai, proses pembakarannya menjadi lebih cepat," jelas Dedie.

Petugas Damkar Kota Bogor berupaya mendinginkan ruko lain yang berada di dekat lokasi kebakaran. Namun, satu toko kelontong dan satu toko buku turut terdampak kebakaran.

"Saya meminta masyarakat, khususnya di kawasan Jalan Suryakencana yang terdapat banyak ruko cukup tua, untuk memeriksa kembali instalasi listrik," terang Dedie.

Akibat kebakaran tersebut, Jalan Suryakencana ditutup sementara. Jalan tersebut akan dibuka kembali setelah Pemerintah Kota Bogor memastikan area sudah dibersihkan dan dinyatakan aman.

"Nanti setelah aman, kita beri waktu kurang lebih dua jam untuk pemulihan situasi lingkungan, sambil nanti Tim LH bantu untuk penanganan sampah dan sisa kebakaran," ucap Dedie.

Pemerintah Kota Bogor akan membuka kembali Jalan Suryakencana setelah memastikan kondisinya aman. Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat agar dapat kembali beraktivitas di kawasan tersebut.

"Tentu yang lain setelah dua jam pembersihan dan sebagainya kita aktifkan kembali," ungkap Dedie.

Selama penutupan Jalan Suryakencana, akses kendaraan menuju kawasan tersebut ditutup menggunakan water barrier. Petugas berjaga di lokasi dan mengalihkan kendaraan ke sejumlah jalur alternatif.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya