Kepala BKN Minta ASN Fokus Selesaikan Masalah Warga

BKN minta ASN hadirkan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mengejar target profiling 600 ribu ASN se-Indonesia hingga akhir tahun.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 24 Oktober 2026, 20:40 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh. (Dok BKN)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, meminta aparatur sipil negara (ASN) menjalankan program yang langsung berdampak ke masyarakat, termasuk melalui berbagai inovasi yang dijalankan.

Hal tersebut disampaikan Zudan kepada jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Menurutnya, inisiatif melalui inovasi merupakan hal yang positif, namun perlu dipastikan dapat menyelesaikan masalah masyarakat secara nyata.

“Masyarakat tidak melihat berapa banyak inovasi yang kita bangun. Masyarakat melihat berapa banyak masalah yang bisa kita selesaikan dan berapa banyak keluhan yang dapat kita tuntaskan,” kata Zudan dalam keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026).

Zudan mencontohkan, keberhasilan layanan administrasi kependudukan harus terlihat dari dokumen yang berhasil diterbitkan dan persoalan warga yang terselesaikan. Sementara itu, layanan kesehatan perlu dinilai dari kemudahan akses, kecepatan penanganan, dan kualitas pelayanan.

Zudan juga mengapresiasi inisiatif lain yang bisa meningkatkan produktivitas ASN daerah. Contohnya melalui program Si Zona di Kabupaten Bondowoso yang telah membantu sekitar 60 ASN.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, rata-rata jarak tempat tinggal ke tempat kerja para ASN berkurang dari sekitar 22 kilometer menjadi 6 kilometer.

“ASN yang bekerja dalam kondisi fisik yang segar, pikiran yang jernih, dan hati yang tenang tentu memiliki peluang lebih besar untuk memberikan kinerja yang optimal,” ujarnya.

 

Kejar Target Pemetaan ASN

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh. (Dok BKN)

Sebelumnya, BKN menargetkan pemetaan (profiling) terhadap 600.000 ASN secara bertahap dan gratis bagi ASN se-Indonesia hingga akhir tahun ini.

Zudan meminta agar instansi pemerintah pusat dan daerah memanfaatkan betul program ini, tidak hanya sebagai proses asesmen, tetapi instrumen penting untuk mengenali potensi dan kompetensi aparatur secara lebih komprehensif.

“Profiling ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih komprehensif kemampuan dan potensi ASN sehingga dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).

Sebagai salah satu kebijakan BKN pro-ASN, Zudan menekankan bahwa program profiling menjadi bagian penting dalam membangun manajemen talenta berbasis data. Melalui profiling, potensi, kompetensi, talent DNA, rencana karier, hingga literasi digital ASN dapat dipetakan sehingga pengembangan karier dan penempatan pegawai dapat dilakukan secara terarah.

 

Menyasar 600 Ribu ASN

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh. (Dok BKN)

Guna merealisasikan data talenta ASN nasional tersebut, BKN mendorong penuntasan target 600.000 ASN hingga akhir tahun. Setiap instansi juga tidak dipungut biaya untuk mengikutsertakan para ASN-nya dalam program ini.

Hal ini disampaikan Zudan saat memberikan arahan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru yang mengikutsertakan 1.255 ASN di instansinya untuk mengikuti profiling.

Sebelumnya, Pemkot Pekanbaru tercatat telah mengikuti asesmen pada 2025 yang diikuti oleh 963 ASN, meliputi 194 peserta CACT dan 769 peserta PRO-ASN.

Sementara pada 2026, sebanyak 3 peserta CACT dan 1.255 peserta PRO-ASN sedang dalam proses. Secara keseluruhan, tercatat 1.509 ASN di lingkup Pemkot Pekanbaru telah mengikuti program profiling tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya