HP Android Murah Punya Masalah Penyimpanan yang Jarang Disadari

Kapasitas memori besar belum tentu menjamin HP Android bekerja cepat. Apa yang memengaruhi kecepatan bekerja HP Android?

oleh Muhammad Yudha PratamaDiterbitkan 27 Oktober 2026, 14:08 WIB
Samsung Galaxy A17. Credit: Samsung Electronics

Liputan6.com, Jakarta - Saat membeli HP Android murah, konsumen biasanya memperhatikan kapasitas memori internal, RAM, dan kamera. Padahal, ada faktor lain yang turut memengaruhi performa ponsel, yaitu teknologi penyimpanan yang digunakan.

Dikutip dari BGR, Selasa (27/10/2026), kecepatan membaca dan menulis data menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih HP dengan harga terjangkau. Memori berkapasitas besar belum tentu menjamin akses data berlangsung cepat.

Ada dua teknologi penyimpanan yang umum digunakan pada ponsel Android, yakni Universal Flash Storage (UFS) dan embedded MultiMediaCard (eMMC).

Keduanya berfungsi menyimpan data, tetapi memiliki kemampuan berbeda dalam mengakses informasi.

UFS memiliki keunggulan karena mampu membaca dan menulis data secara bersamaan. Sementara itu, eMMC memiliki keterbatasan dalam menjalankan kedua proses ini sehingga akses data tidak seefisien UFS.

Di Indonesia, Redmi 15C menjadi salah satu contoh HP terjangkau yang menggunakan eMMC 5.1. Sebagai pembanding, Samsung Galaxy A17 5G yang dipasarkan di Indonesia menggunakan UFS 2.2.

Redmi Note 14 juga menggunakan UFS 2.2 untuk penyimpanan internal. Contoh ini menunjukkan bahwa HP di segmen harga terjangkau hingga menengah bisa menggunakan teknologi penyimpanan yang berbeda.

Karena itu, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat kapasitas memori ketika membandingkan spesifikasi. Kecepatan akses data juga perlu diperhatikan, meskipun performa keseluruhan tetap dipengaruhi prosesor, RAM, dan optimasi perangkat lunak.

 

UFS dan eMMC Berpengaruh pada Kecepatan Akses Data

Teknologi penyimpanan ikut menentukan kecepatan ponsel saat membuka aplikasi, memindahkan file, atau memuat data dalam permainan.

UFS memungkinkan proses membaca dan menulis berlangsung secara bersamaan, sedangkan eMMC memiliki keterbatasan dalam hal ini.

Namun, penggunaan eMMC tidak otomatis membuat ponsel lambat dalam semua aktivitas. Performa sehari-hari juga bergantung pada kemampuan prosesor, kapasitas RAM, kondisi penyimpanan, serta cara sistem operasi mengelola aplikasi.

Konsumen sebaiknya membandingkan spesifikasi secara menyeluruh sebelum membeli HP. Selain kapasitas memori internal, periksa juga jenis penyimpanannya, terutama jika ponsel akan digunakan untuk menjalankan banyak aplikasi atau menyimpan file berukuran besar.

 

Permintaan Komponen AI Ikut Menjadi Tantangan

Meningkatnya permintaan komponen memori untuk kebutuhan artificial intelligence (AI) juga menjadi sorotan.

Komponen seperti NAND flash dan DRAM digunakan di berbagai perangkat, termasuk ponsel, sehingga perubahan pasokan dan biaya produksinya bisa memengaruhi produsen smartphone.

Meski begitu, kenaikan harga komponen di pasar global tidak otomatis membuat semua HP murah di Indonesia ikut naik harga. Dampaknya perlu dilihat berdasarkan kebijakan masing-masing produsen dan kondisi pasar lokal.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya