Liputan6.com, Jakarta - Setelah pertama kali memukau publik lewat wujud konsepnya, penerus dari supercar ikonik Lexus LFA kini semakin dekat menuju tahap produksi massal. Indikasi ini diperkuat oleh beredarnya foto mata-mata (spyshot) terbaru yang memperlihatkan prototipe versi produksi tengah melakukan pengujian di jalan raya.
Berdasarkan unggahan dari akun Instagram @mr.grey_4k, mobil sport bertenaga listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) ini tampil dengan proporsi bodi yang rendah, memanjang, serta dibalut stiker kamuflase ketat.
Advertisement
Dilansir dari laman Motor1, Minggu (25/10/2026), mobil ini dikonfirmasi berbagi platform sasis yang sama dengan mobil balap Toyota GR GT dan GT3, namun tanpa mengusung mesin V8 twin-turbocharged hybrid.
Meski Lexus masih menutup rapat spesifikasi teknis utamanya, dimensi dari model konsep penerus LFA ini tercatat lebih proporsional dan gambot dibandingkan LFA generasi asli yang legendaris:
- Panjang: 185,6 inci (~4.714 mm) — lebih panjang sekitar 10 inci
- Lebar: 80,3 inci (~2.039 mm) — lebih lebar sekitar 6 inci
- Tinggi: 47,0 inci (~1.193 mm)
Sektor aerodinamika belakang juga tampak agresif dengan kehadiran winglet atau sayap belakang model terbuka (exposed rear wing).
Sensasi Kopling dan Transmisi Manual Simulasi
LFA generasi pertama dikenal dunia lewat raungan mesin V10 garapan Yamaha yang sangat khas. Demi mempertahankan keterikatan emosional pengemudi di era listrik, Lexus tidak membiarkan penerus LFA ini melaju dalam keheningan total.
Lexus mendaftarkan paten teknologi transmisi sekuensial simulasi. Melalui perangkat lunak pintar yang mirip dengan konsep pada Hyundai Ioniq 5 N, sistem ini secara elektronik akan menurunkan torsi motor listrik ke titik nol secara instan lalu menyentuh level puncak kembali untuk meniru efek hentakan clutch-engagement saat perpindahan gigi.
Pengemudi dapat mengatur tingkat agresivitas perpindahan gigi buatan ini melalui paddle shifter di balik kemudi serta mengaktifkan mode manual sesuai preferensi berkendara.
Mengubah sebuah supercar performa tinggi menjadi kendaraan listrik murni tentu bukan tanpa tantangan. Bobot baterai yang berat serta pasar electric sports car yang tergolong ceruk (niche) menjadi rintangan tersendiri bagi divisi performa Lexus.
Kendati demikian, penerus Lexus LFA bertenaga listrik ini dijadwalkan untuk memasuki lini produksi massal pada tahun 2027. Rincian harga dan spesifikasi angka performa diperkirakan akan diungkap secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.