Danilla Riyadi Punya Cara Berbeda untuk Ajak Pendengar Nikmati Album Candramawa

Danilla Riyadi berharap penonton dapat menikmati Candramawa bukan hanya melalui musik, tetapi juga lewat aroma.

oleh m.altaf.jauharDiterbitkan 24 Oktober 2026, 11:53 WIB
Danilla Riyadi Terjemahkan Album Candramawa ke Sebotol Parfum, Ajak Penggemar Selami Musik Lewat Aroma

Liputan6.com, Jakarta - Pencinta musik Tanah Air bakal segera menikmati pengalaman konser multisensori yang memadukan alunan musik dan sensasi aroma. Musisi Danilla Riyadi mengumumkan rencana pertunjukan istimewa tersebut saat meresmikan proyek Danilla as Usual.

“Ini pertama kali. Biasanya kalau manggung cuma dua atau tiga lagu. Aku ingin mengajak mereka masuk ke dunia gue, memainkan lagu sambil mereka mencium aromanya,” kata Danilla Riyadi di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

Danilla sengaja menerjemahkan album Candramawa ke dalam wujud wewangian melalui kolaborasi dengan Usual Parfum. Ia mengaku terinspirasi dari prinsip hidup seorang sahabat yang membuatnya melihat aroma sebagai medium ekspresi seni.

“Aku punya sahabat yang punya tagline hidup, cantik atau jelek itu subjektif, tapi bau itu mutlak. Akhirnya aku ketemu dan ini pertama kali albumku diretas jadi aroma,” ungkap Danilla.

Ide tersebut mendapat sambutan dari Usual Parfums, jenama wewangian lokal yang mengedepankan teknologi molekul. Pendiri Usual, Aldhy,menjelaskan bahwa teknologi tersebut berperan dalam menciptakan karakter aroma yang dapat berinteraksi dengan aroma alami kulit pemakainya.

“Usual sendiri brand parfum lokal pertama yang memakai molekul. Kalau di masakan, molekul itu seperti penyedap. Di parfum, molekul bisa menjadi pengikat berbagai bahan. Di parfum modern, teknologi ini sebenarnya sudah digunakan, tetapi di Usual justru menjadi pemeran utama karena bisa berinteraksi dengan kulit,” jelas Aldhy.

Konsep kolaborasi musik dan wewangian ini mulai dirancang sejak pertemuan pertama mereka pada Oktober 2025. Danilla bercerita bahwa obrolan tentang perjalanan hidup dan pengalaman mencium aroma jadi titik awal pengembangan parfum yang terinspirasi dari album Candramawa.

“Kami dipertemukan seorang kawan karena punya ideologi yang sama dalam berkarya. Saat bertemu Mas Aldi, kami sepakat membuat parfum dari albumku yang baru dirilis. Dia bertanya tentang perjalanan hidup dan pengalaman aromaku. Dari situ, aku pertama kali mendapat ilmu tentang molekul dari Mas Aldi,” kenang Danilla.

 


Proses Pembuatan Parfum

Danilla Riyadi © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Bagi Aldhy, kolaborasi tersebut juga menjadi kesempatan istimewa karena ia sudah lama mengagumi karya Danilla. Ia mengingat pernah berusaha menemui sang musisi setelah penampilannya di Solo pada 2022, tetapi kesempatan itu baru terwujud beberapa tahun kemudian.

Lanjut Baca:

“Aku suka karya Cici ketika dia manggung di Solo pada 2022. Pada 2023, aku sempat ingin bertemu, tetapi enggak kesampaian meski sudah hujan-hujanan. Alhamdulillah, pada 2025 akhirnya bisa bertemu,” ujar Aldhy. Sebelum meracik parfum, Aldhy terlebih dahulu menyelami keseluruhan album Candramawa yang terdiri dari delapan lagu dengan durasi sekitar 30 menit. Danilla meminta Aldhy mendengarkan album tersebut secara utuh agar dapat memahami emosi dan suasana yang ingin ia sampaikan kepada pendengar. “Album ini cuma delapan lagu dengan durasi 30 menit karena aku ingin orang benar-benar meluangkan waktu untuk mendengarkan. Hearing belum tentu listening. Kalau mendengarkan album, biasanya aku mematikan lampu dan menyiapkan minuman yang aku inginkan. Aku meminta Mas Aldi melakukan hal yang sama agar benar-benar masuk ke dunia saya,” tutur Danilla.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya