Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel bergerak cepat untuk menangani hoaks seputar Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Mereka akan mengaktifkan media center sebagai pusat informasi serta klarifikasi cepat.
Belakangan ini beberapa kali beredar informasi salah seputar karhutla di Sumsel. Foto atau video lama diunggah lagi seolah-olah menggambarkan kondisi karhutla terkini.
Advertisement
Itu sebabnya Pemprov Sumsel berupaya mencegah munculnya informasi yang saling bertentangan sekaligus mempercepat klarifikasi terhadap kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Penanganan Karhutla tidak hanya soal memadamkan api di lapangan, tetapi juga memadamkan disinformasi di ruang publik. Di tengah majunya teknologi, penyebaran foto-foto lama atau informasi yang tidak tervalidasi kerap memicu kepanikan warga," ujar Sekda Sumsel, Edward Candra dilansir dari Infopublik.id.
"Kami juga mendorong penguatan kerja sama dengan media massa dan pengelola kanal media sosial untuk memperluas jangkauan penyebaran informasi resmi. Penyediaan saluran klarifikasi diharapkan membantu masyarakat membedakan informasi yang telah terverifikasi dengan kabar yang belum memiliki dasar data yang jelas," katanya menambahkan.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.