Celeng Terobos Masjid Akhirnya Ditembak, Daging Dibagi dan Dimasak

Celeng berbobot sekitar 90 kilogram menerobos Masjid Agung An Nur di Kabupaten Blora.

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 22 Oktober 2026, 23:39 WIB
Warga Blora menangkap celeng yang masuk masjid. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kisah seekor celeng berbobot sekitar 90 kilogram yang menerobos Masjid Agung An Nur di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berlanjut setelah hewan itu ditembak mati. Celeng tersebut tidak langsung dibuang, melainkan dipotong-potong dan dagingnya dibagikan kepada warga untuk diolah menjadi makanan.

Warga Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, itu memanfaatkan daging hewan liar tersebut setelah insiden yang menghebohkan kampung mereka, Rabu (21/10/2026). Daging dibagikan dalam kondisi mentah agar warga bisa memasaknya masing-masing.

Kiswanto, salah seorang warga setempat, mengatakan proses pemotongan dilakukan oleh warga dari Dukuh Gunung, Desa Gempol. Daging celeng itu kemudian dibagikan kepada sejumlah warga.

"Celeng diberoncah, dipotong-potong, terus ada yang dimasak," kata Kiswanto saat diwawancarai, Kamis (22/10/2026).

Ia menggambarkan suasana setelah daging dibagikan sebagai kegiatan makan bersama warga.

"Intine dibuat pesta lah," ujarnya.

Menurut Kiswanto, daging tersebut tidak dibagikan dalam keadaan matang. Warga menerima potongan daging mentah untuk diolah sendiri di rumah masing-masing.

"Dibagikan mentah, dimasak sendiri-sendiri," jelasnya.

Orang yang menembak celeng tersebut juga mendapat bagian daging. Namun, Kiswanto menduga proses pemotongan dan pembagian dilakukan oleh warga Dukuh Gunung setelah hewan itu dievakuasi dari masjid.

Sebelumnya, kemunculan celeng berukuran besar itu membuat warga Dukuh Selogender geger. Hewan yang diduga berasal dari kawasan hutan di sebelah utara desa tersebut menerobos Masjid Agung An Nur.

Celeng itu berlari dari arah timur menuju barat hingga menabrak pintu pagar masjid sampai roboh. Hewan tersebut kemudian berada di area tempat imam, membuat warga memilih menjaga jarak karena khawatir dengan ukurannya.

Warga akhirnya meminta bantuan seseorang yang memiliki senapan untuk melumpuhkan celeng tersebut. Hewan berbobot sekitar 90 kilogram itu ditembak satu kali di bagian kepala dari jarak sekitar 20 meter hingga mati.

Setelah dipastikan mati, warga mengevakuasi bangkainya keluar dari masjid. Pengurus masjid kemudian membersihkan darah yang berceceran di dalam ruangan.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban akibat serangan celeng. Peristiwa itu kini menyisakan cerita lain bagi warga, mulai dari pagar masjid yang roboh hingga daging hewan liar tersebut yang dibagikan untuk diolah menjadi makanan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya