Liputan6.com, Jakarta - Suara benturan keras mendadak mengagetkan warga Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Warga tidak menyangka, seekor babi hutan atau celeng berukuran besar menerobos masuk ke Masjid Agung An Nur hingga merobohkan pintu pagar.
Peristiwa yang terjadi Rabu (21/10/2026) pukul 14.00 WIB itu sontak mengundang perhatian warga. Celeng yang diduga datang dari hutan di sebelah utara desa tersebut akhirnya ditembak mati karena dinilai terlalu berbahaya untuk ditangkap langsung.
Advertisement
Seorang warga, Kiswanto (44), mengaku awalnya mengira suara keras yang didengarnya berasal dari anaknya. Namun, setelah keluar rumah, ia mendapat informasi bahwa celeng masuk masjid.
"Saya dengar suara 'jedor'. Saya kira anak saya," kata Kiswanto saat ditemui wartawan, Kamis (22/10/2026).
Ia kemudian bergegas menuju masjid. Di sana, celeng berukuran besar itu ternyata sudah berada di dekat tempat imam, sementara warga memilih mengamati dari luar pagar.
Menurut Kiswanto, hewan liar tersebut berlari dari arah timur menuju barat sebelum menabrak pintu pagar masjid hingga roboh.
"Celeng dari arah timur, lari ke barat. Pagar sampai roboh," ujarnya.
Situasi tersebut membuat warga harus berhati-hati. Ukuran celeng yang diperkirakan mencapai 90 kilogram membuat upaya menangkapnya dengan tangan kosong dinilai berisiko.
Warga akhirnya meminta bantuan seseorang yang memiliki senapan. Keputusan menembak diambil karena celeng tersebut sulit dikendalikan dan dikhawatirkan membahayakan orang di sekitarnya.
"Kalau ditangkap manual tidak mumpuni. Jadi berinisiatif pakai senapan," tutur Kiswanto.
Tembakan dilepaskan dari jarak sekitar 20 meter dan mengenai bagian kepala. Celeng itu langsung ambruk dan mati di lokasi.
"Setelah ditembak, babinya langsung mati," katanya.
Setelah dipastikan mati, warga mengevakuasi bangkai celeng keluar dari masjid. Daging hewan tersebut kemudian dibawa untuk diproses di Dukuh Gunung, Desa Gempol. Sementara itu, pengurus masjid membersihkan darah yang berceceran di dalam bangunan.
Kiswanto menduga celeng itu masuk ke permukiman untuk mencari makan atau minum. Ia juga memperkirakan hewan tersebut berasal dari kawasan hutan di sebelah utara desa.
"Yang jelas celeng itu cari makan, minum. Nyasar ke desa," ujarnya.
Warga lainnya, Warsini, membenarkan bahwa celeng tersebut datang dari arah timur sebelum menabrak pagar masjid. Ia mengaku melihat hewan itu sudah dalam keadaan mati ketika berada di lokasi.
"Celeng dari arah etan (timur), menabrak pintu pagar masjid," kata Warsini.
Menurut Warsini, ukuran celeng tersebut cukup besar sehingga menarik perhatian warga yang berdatangan ke masjid.
"Celengnya besar," ucapnya.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban akibat serangan hewan liar itu. Warga memilih menjaga jarak selama celeng masih berada di dalam masjid dan baru melakukan evakuasi setelah hewan tersebut mati.