Liputan6.com, Jakarta - Ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud, Briptu Asky Rizal Toding dikembalikan ke Polri setelah tuduhan sikap arogansi berupa menyenggol mahasiswa di kompleks Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, Senin (19/10/2026).
"Itu dikembalikan ke kesatuannya. Nanti kesatuannya kemudian mengambil kebijakan," kata tim ahli Gubernur Kaltim, Sudarno saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (22/10/2026).
Advertisement
Sudarno membantah pemecatan Asky. Propam Polda Kaltim sedang melakukan investigasi. Sehingga keputusan terkait persoalan ini sepenuhnya berdasarkan hasil investigasi.
"Ini masih diinvestigasi Propam Polda," lanjutnya.
Sudarno membantah adanya arogansi yang dilakukan Asky. Menurutnya, potongan video yang beredar merupakan provokasi dan tidak menjelaskan peristiwa secara utuh.
"Itu pada posisi framing, asli provokasi," terang Sudarno.
Diberitakan sebelumnya, dalam video berdurasi 30 detik yang beredar di media sosial, Asky terlihat diduga melakukan sikap arogan dengan sengaja menyenggolkan badan kepada seorang mahasiswa yang sedang merekam kedatangan rombongan gubernur di Masjid Nurul Mu’minin.
Sebelumnya, mahasiswa telah menggelar aksi sejak pukul 14.00 Wita untuk menyuarakan evaluasi kepemimpinan dan mendesak aksi nyata Pemprov Kaltim dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun tak digubris. Hingga akhirnya massa pendemo menemui rombongan gubernur di masjid menjelang magrib.
Mahasiswa yang kecewa kemudian bertanya langsung ke Rudy Mas'ud mengapa tidak menemui mereka.
"Bapak kenapa tadi gak ditemui," kata pengunjuk rasa, dibalas senyum Rudy Mas'ud sambil bergegas menuju masjid.
Saat itulah, Asky sengaja menyenggolkan badannya ke seorang mahasiswa.
Permintaan Maaf Asky
Usai videonya viral di media sosial, Asky akhirnya meminta maaf. Dalam sebuah tayangan video, dirinya meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.
"Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan dan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya," katanya.
Asky mengaku tindakan itu dilakukannya secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapa pun.
"Sekali lagi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan saya yang terlalu berlebihan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali," pungkasnya.