Erik ten Hag Beberkan Alasan Pertikaian dengan Cristiano Ronaldo

Perseteruan antara Erik ten Hag dan Cristiano Ronaldo pada musim 2022/2023 akhirnya diungkap mantan pelatih Manchester United.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 20 Oktober 2026, 20:00 WIB
Cristiano Ronaldo dan Erik ten Hag di sesi latihan Manchester United. (Getty Images Martin Rickett - PA Images)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih Manchester United periode 2022-2024, Erik ten Hag, buka suara terkait pertikaiannya dengan megabintang sepak bola, Cristiano Ronaldo. Sosok asal Belanda tersebut tak menyangkal bahwa ia memang sempat mengkritik permainan CR7.

“Saya mengkritiknya soal ini. Berkali-kali saya katakan, ‘Ronnie, semua orang ingin membantumu agar berada di posisi yang tepat, tetapi jika kamu sendiri tidak bisa menempatkan dirimu di dalam kotak penalti, kamu tidak akan bisa mencetak gol’,” ujar ten Hag kepada The Athletic.

Setelah kejadian tersebut, hubungan antara Ronaldo dan ten Hag seketika memanas. Pada November 2022, CR7 menyampaikan sebuah pernyataan kontroversial soal sang pelatih kepada salah satu jurnalis Inggris, Piers Morgan.

Pada tahun yang sama, eks Real Madrid tersebut resmi meninggalkan Manchester United dan memulai petualangannya di Arab Saudi bersama Al-Nassr. Nasib ten Hag juga tak jauh berbeda, hasil buruk yang diraihnya membuatnya meninggalkan klub di awal musim 2024/2025.


Minta Ronaldo Bermain untuk Tim

Cristiano Ronaldo. Menjalani musim kedua usai kembali berseragam Manchester United sejak 2021/2022, penampilan CR-7 di musim ini memang jadi awal musim terburuk bagi striker asal Portugal tersebut. Tak menjadi pilihan utama skuad Erik ten Hag, dan hanya tampil 1 kali sebagai starter di Liga Inggris, ia belum menyumbang satu gol pun dalam 6 laga. Di Liga Europa, meski mampu mencetajk 1 gol, namun gol tersebut didapat lewat eksekusi penalti. Musim lalu ia mampu mengoleksi 18 gol bagi MU di Liga Inggris. (AFP/Lindsey Parnaby)

Salah satu faktor utama yang membuat Erik ten Hag geram dengan Cristiano Ronaldo adalah karena minimnya semangat juang sang pemain di lapangan. Bagi ten Hag, setiap pemain wajib untuk membantu tim, tak peduli apakah ia berlabel bintang atau tidak.

"Setiap tim papan atas harus merangkul pemain terbaiknya, namun pemain terbaik tersebut juga harus bekerja demi tim," tegas ten Hag.

"Dia berkata kepada para pemain, ‘Simpan tenaga kalian saat latihan’. Saya paham maksudnya jika kondisi fisik Anda sudah prima. Dalam sesi latihan, Anda memang bisa menghemat tenaga. Namun, sebelumnya Anda harus berlatih untuk mencapai tingkat kebugaran yang tepat,” lanjutnya.


Balasan Pedas Ronaldo

Raut wajah kesal terlihat dari Cristiano Ronaldo saat ia digantikan oleh pemain MU lainnya pada pertandingan melawan Newcastle United di Old Trafford, Minggu (16/10/2022). (AFP/Ian Hodgson)

Keributan antara kedua belah pihak mencapai puncaknya ketika CR7 enggan bermain dari bangku cadangan saat menghadapi Tottenham Hotspur pada Oktober 2022. Bulan berikutnya, ten Hag mendapat komentar pedas dari bintang Portugal terkait gaya kepelatihannya.

"Saya tidak menaruh hormat kepadanya (ten Hag) karena dia tidak menaruh hormat kepada saya," ujar Ronaldo kepada Piers Morgan.

"Ya, saya merasa dikhianati. Ada orang-orang yang tidak menginginkan keberadaan saya di sini, bukan hanya tahun ini, tetapi juga tahun lalu," tambah sosok yang kini berusia 41 tahun.


Akhir Cerita di Manchester United

Manajer Manchester United, Erik ten Hag bersama Cristiano Ronaldo. (Geoff Caddick / AFP).

Baik Erik ten Hag maupun Cristiano Ronaldo sama-sama meninggalkan Manchester United tak lama setelah insiden tersebut. Saat ini, CR7 masih menjadi pilar di lini depan Al-Nassr, sedangkan ten Hag sedang berstatus tanpa klub usai dipecat Bayer Leverkusen musim lalu.

The Red Devils terus berganti pelatih setelah Erik ten Hag hengkang dari kursi kepelatihan. Kendati demikian, permasalahan di tubuh MU belum terselesaikan, di mana musim ini mereka sedang terdampar di peringkat ke-13 Liga Inggris.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya