Tambang Emas Ilegal di Kolombia Runtuh, 14 Orang Tewas

Tragedi tambang emas ilegal di Kolombia menewaskan 14 orang dan melukai tujuh lainnya.

oleh Septian DenyDiterbitkan 20 Oktober 2026, 18:30 WIB
Sebuah kapal keruk yang digunakan untuk penambangan ilegal berada di dekat Cagar Alam Nasional Tambopata di Puerto Maldonado, Peru, pada 11 Agustus 2026 (Guadalupe Pardo/AP)

Liputan6.com, Bogota - Sebanyak 14 orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat runtuhnya tambang emas ilegal di wilayah barat daya Kolombia. Otoritas setempat melaporkan insiden tersebut pada Senin.

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (20/10/2026), kecelakaan itu terjadi di kawasan pedesaan Chambero, wilayah administratif Santa Barbara de Iscuande, Departemen Narino.

Gubernur Narino, Luis Alfonso Escobar, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan korban telah selesai dilakukan.

Sementara itu, Jorge Tovar Castillo, pejabat penanganan bencana di Narino, mengatakan 12 hingga 15 penambang lainnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan tersebut.

Menurut Tovar Castillo, pemerintah kota setempat menangani respons terhadap insiden itu. Namun, proses penanganan menghadapi kendala komunikasi.

Santa Barbara de Iscuande dikelilingi hutan hujan lebat dan hanya dapat dijangkau menggunakan perahu atau pesawat kecil.

Dalam unggahan di platform X, Escobar menyebut tambang emas tersebut sebagai tambang “informal”.

Aktivitas pertambangan informal dan tanpa regulasi banyak ditemukan di wilayah pedesaan Kolombia. Operasi semacam ini kerap tidak dilengkapi infrastruktur keselamatan yang memadai sehingga kecelakaan fatal sering terjadi.

“Pada saat ini, prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa, mendampingi keluarga, dan memastikan respons yang tepat waktu terhadap tragedi memilukan ini,” tulis Escobar.

Pada Agustus lalu, 13 orang tewas dalam kecelakaan pertambangan serupa di wilayah Policarpa, yang juga berada di Departemen Narino.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya