Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Portugal menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) terkait sertifikasi kompetensi awak kapal perikanan Indonesia. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi tenaga terampil sektor kelautan dan perikanan Indonesia untuk bekerja di Portugal maupun negara tujuan lainnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) setiap tahun meluluskan sedikitnya 2.000 taruna dan mahasiswa dari politeknik kelautan dan perikanan.
Mereka dibekali berbagai keterampilan melalui pendidikan selama dua hingga empat tahun, mulai dari kepelautan, pengolahan ikan, budi daya perikanan atau aquaculture, hingga pemasaran.
Advertisement
"Seluruh tenaga terampil yang kita didik selama, ada yang tiga tahun, ada yang empat tahun, ada yang dua tahun, mereka berbagai macam keahlian. Ada yang sebagai nakhoda, nakhoda kapal perikanan, ada pengolahan ikan, ada budidaya, aquaculture, dan kemudian juga ada pemasaran, dan sebagainya. Kita latih, kita didik mereka untuk menjadi manusia-manusia yang siap pakai," kata Trenggono di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurut dia, peluang kerja bagi lulusan pendidikan kelautan dan perikanan tidak terbatas di dalam negeri. Sejumlah negara, seperti Portugal, Spanyol, China, Korea Selatan, dan Jepang, juga menjadi pasar potensial bagi tenaga terampil Indonesia. Ia bahkan menilai peluang untuk bekerja di Amerika Serikat juga terbuka.
Untuk mendukung upaya tersebut, KKP mulai menyatukan seluruh pendidikan politeknik kelautan dan perikanan pada tahun ini menjadi Institut Kelautan Indonesia atau Ocean Institute of Indonesia.
Trenggono mengatakan, kerja sama dengan Portugal menjadi langkah awal yang perlu ditindaklanjuti secara lebih intensif. KKP berencana mengirim petugas, tenaga ahli, atau pejabat dari Institut Kelautan Indonesia ke Portugal dan negara-negara tujuan lainnya untuk memperkenalkan kemampuan serta sumber daya yang dimiliki Indonesia.
Dengan langkah tersebut, ia berharap peluang penyerapan tenaga kerja terampil Indonesia di luar negeri dapat semakin terbuka.
"Jadi pertama sudah dilakukan kerja sama dengan Portugal, terus menurut saya diintensifkan. Nanti akan kami kirim petugas atau ahli-ahli atau pejabat-pejabat yang ada di Institut Kelautan Indonesia KKP untuk ke Portugal atau negara-negara tujuan untuk bisa berkomunikasi dan menyampaikan hal-hal yang kami miliki sehingga peluang tenaga kerja ini bisa terserap," ujarnya.
Trenggono berharap penandatanganan perjanjian tersebut menjadi langkah positif bagi hubungan Indonesia dengan Portugal, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.
Â
Portugal Apresiasi Kerja Sama dengan Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378029/original/073872300_1792487684-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_16.02.41.jpeg)
Duta Besar Portugal untuk Indonesia Maria Gabriela Vieira Soares de Albergaria menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas upaya dan komitmen dalam mendorong kerja sama kedua negara.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar Indonesia untuk Portugal, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Kementerian Perhubungan, serta Menteri Kelautan dan Perikanan atas upaya memperkuat hubungan bilateral.
Menurut Maria Gabriela, Portugal dan Indonesia telah menjalin hubungan selama lebih dari 500 tahun. Ia menyebut Portugal tiba di Indonesia pada 1512.
Meski terpisah secara geografis, kedua negara memiliki kedekatan emosional dan budaya serta kepentingan yang dapat mempererat hubungan bilateral.
"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk berada di sini hari ini. Saya juga merasa terhormat mengetahui bahwa kita telah mengambil langkah maju ini. Kita sedang membangun landasan yang kokoh bagi hubungan yang lebih kuat dan seimbang antara kedua negara kita," kata Maria Gabriela.
Ia berharap langkah yang dicapai melalui penandatanganan MRA tersebut dapat memperkuat fondasi hubungan Indonesia dan Portugal serta mendekatkan kedua negara melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378028/original/060908200_1792487684-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_16.02.26.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411936/original/040069600_1479716789-Portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365093/original/056835800_1791101342-WhatsApp_Image_2026-10-04_at_12.01.541.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365105/original/038250800_1791104583-email-attachment_2026_10_04_immanuel-christian_kkp-bongkar-dugaan-perbudakan-abk-km-maulana-23-di-laut-arafura_IMG_7536.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364899/original/021775000_1791082233-WhatsApp_Image_2026-10-04_at_08.46.59.jpeg)