Liputan6.com, Jakarta - Tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlangsung pada sesi pertama Jumat, 16 Oktober 2026. IHSG melemah setelah penyedia indeks global MSCI berpotensi mengubah status pasar saham Indonesia menjadi standalone market.
Mengutip data RTI, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur 10,76% menjadi 5.233 pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Jumat (16/10/2026). Tekanan IHSG ini terjadi di tengah indeks saham LQ45 turun 12% menjadi 519,26.
Advertisement
Pada sesi pertama, IHSG melemah ke posisi tertinggi 5.404,50 dan terendah 5.193,22. Sebanyak 771 saham melemah sehingga bebani IHSG. 14 saham menguat dan tiga saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 1.354.139 kali dengan volume perdagangan saham 38,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.023.
Seluruh sektor saham tertekan pada sesi pertama. Sektor saham basic melemah 12,96%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 12,21%, sektor saham industri melemah 10,79%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 9,7%. Lalu sektor saham kesehatan terpangkas 10,42%. Sektor saham keuangan merosot 8,215, sektor saham properti susut 9,37%, sektor saham teknologi turun 8,32%, sektor saham infrastruktur melemah 12,13%, dan sektor saham transportasi tergelincir 9,45%.
Pada sesi pertama, harga saham BBCA turun 13,99% menjadi Rp 5.225 per saham. Harga saham BBCA dibuka turun menjadi Rp 5.825 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 6.075. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 5.825 dan terendah Rp 5.175 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 130.538 kali dengan volume perdagangan saham 10.335.598 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,4 triliun.
Gerak Saham
Harga saham BMRI susut 8,54% menjadi Rp 3.640 per saham. Harga saham BMRI dibuka menjadi Rp 3.390 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.980 per saham. Harga saham BMRI berada di level tertinggi Rp 3.910 dan terendah Rp 3.390 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 87.353 kali dengan volume perdagangan saham 3.951.558 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,4 triliun.
Harga saham DMAS merosot 11,83% menjadi Rp 164 per saham. Harga saham DMAS dibuka turun menjadi Rp 160 per saham dari penutupan kemarin Rp 186 per saham. Harga saham DMAS berada di level tertinggi Rp 179 dan terendah Rp 159 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 12.154 kali dengan volume perdagangan saham 2.611.777 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 43,2 miliar.
Harga saham PT Indika Energy Tbk (INDY) susut 14,88% menjadi Rp 2.060 per saham. Harga saham INDY dibuka turun menjadi Rp 2.060 per saham. Saham INDY berada di level tertinggi Rp 2.060 dan terendah Rp 2.060 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.135 kali dengan volume perdagangan saham 75.808 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,6 miliar.